Banjarnegara (Humas) – Majelis Taklim Al Latif di RT 06/01 Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, kembali menjadi ruang pembinaan keagamaan bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja, Feti Sulistiyani, memberikan penyuluhan dengan tema “Menjaga Lisan, Menjaga Persaudaraan: Bijak Berkomunikasi di Tengah Masyarakat”, Senin (21/9/2026).
Tema tersebut mengajak jemaah untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan lisan, terutama dalam berkomunikasi dengan keluarga, tetangga, maupun sesama anggota masyarakat. Menurut Feti, perkataan yang disampaikan dengan baik dapat mempererat hubungan, sementara ucapan yang tidak dipertimbangkan dapat menimbulkan salah paham dan merenggangkan persaudaraan.
Feti Sulistiyani menyampaikan bahwa menjaga lisan bukan berarti seseorang harus mengurangi komunikasi, melainkan belajar memilih kata, waktu, dan cara penyampaian yang tepat.
“Menjaga lisan bukan berarti kita tidak boleh berbicara. Justru kita perlu belajar bagaimana menyampaikan sesuatu dengan benar, santun, dan tidak menyakiti orang lain. Sebelum berbicara, mari kita pertimbangkan apakah ucapan kita membawa manfaat atau justru menimbulkan masalah,” ujar Feti.
Ia mengingatkan jemaah agar tidak mudah menyampaikan atau meneruskan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Kebiasaan membicarakan kekurangan orang lain, menyebarkan kabar yang belum jelas, maupun memberikan komentar tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain dapat memengaruhi hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kadang masalah di masyarakat berawal dari ucapan yang sederhana, kemudian berkembang karena disampaikan dari satu orang kepada orang lain. Karena itu, mari biasakan memeriksa kebenaran informasi dan tidak tergesa-gesa menyampaikannya,” tambahnya.
Dalam penyuluhan tersebut, jemaah juga diajak membangun budaya komunikasi yang lebih sehat. Perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat merupakan hal yang wajar, tetapi hendaknya disikapi dengan saling menghormati dan mengedepankan musyawarah.
Feti juga mengajak jemaah menjadikan majelis taklim sebagai tempat untuk memperkuat persaudaraan. Pengetahuan agama yang diperoleh di majelis diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam cara berbicara dan memperlakukan orang lain.
Kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Al Latif merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja dalam memberikan bimbingan dan penerangan agama Islam kepada masyarakat. Materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi jemaah.
Melalui tema menjaga lisan dan membangun komunikasi yang bijak, jemaah diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga ucapan sebagai bagian dari akhlak. Dengan komunikasi yang santun, jujur, dan bertanggung jawab, hubungan keluarga serta persaudaraan di tengah masyarakat dapat terus dipelihara.
(m/azd)







