Banjarnegara (Humas) – Majelis Taklim Al Latif di RT 06/01 Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, menjadi ruang penguatan pemahaman keagamaan sekaligus pembinaan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, memberikan penyuluhan kepada jemaah dengan tema “Rumah sebagai Madrasah Pertama: Menanamkan Kebiasaan Baik dalam Kehidupan Sehari-hari”, Senin (21/9/2026).
Tema tersebut dipilih untuk mengajak jemaah melihat bahwa pendidikan agama tidak hanya berlangsung di masjid, majelis taklim, atau lembaga pendidikan. Rumah menjadi tempat pertama dan paling dekat dalam membentuk kebiasaan, sikap, serta karakter anggota keluarga.
Hendriyanto menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan keluarga. Karena itu, pembinaan keluarga tidak selalu harus dimulai dari hal-hal yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari.
“Rumah adalah tempat pertama anak dan anggota keluarga belajar tentang kehidupan. Cara berbicara, cara menghormati orang lain, kedisiplinan, serta kebiasaan beribadah akan lebih mudah ditanamkan melalui keteladanan yang dilakukan setiap hari,” ujar Hendriyanto.
Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan suasana rumah yang mendukung tumbuhnya kebiasaan positif. Keteladanan menjadi salah satu cara yang efektif karena anak maupun anggota keluarga cenderung meniru apa yang mereka lihat dan rasakan secara langsung.
“Jangan hanya meminta anak melakukan kebaikan, tetapi mari kita mulai dari diri sendiri. Ketika keluarga melihat contoh yang baik secara terus-menerus, nilai tersebut akan lebih mudah menjadi kebiasaan,” tambahnya.
Dalam penyuluhan tersebut, jemaah juga diajak memperhatikan komunikasi di dalam keluarga. Hendriyanto menjelaskan bahwa perkataan yang baik, sikap saling menghargai, dan kesediaan mendengarkan dapat membantu menciptakan suasana rumah yang nyaman dan mendukung pembinaan anggota keluarga.
Ia juga mengajak jemaah menjadikan majelis taklim tidak hanya sebagai tempat menambah pengetahuan agama, tetapi sebagai sarana untuk membawa nilai-nilai kebaikan ke dalam kehidupan nyata. Ilmu yang diperoleh di majelis diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Al Latif menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja dalam mendekatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Materi yang diberikan diarahkan agar memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat dipraktikkan oleh jemaah.
Melalui tema “Rumah sebagai Madrasah Pertama”, jemaah diajak membangun kesadaran bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak. Pembiasaan sederhana, keteladanan, dan komunikasi yang baik diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan lingkungan masyarakat yang lebih baik.
(m/azd)







