Banjarnegara – Semangat berprestasi dan sportivitas turut mewarnai gelaran Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (PORSENI) Kabupaten Banjarnegara. Dalam momentum pembukaan yang penuh semangat tersebut, keluarga besar MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menunjukkan partisipasi dan dukungan nyata, baik melalui kehadiran pimpinan maupun keterlibatan guru sebagai petugas kegiatan.(29/9)
Di tengah padatnya agenda dan kesibukan sebagai kepala madrasah, Durotun Nafisah, menyempatkan hadir secara langsung dalam pembukaan PORSENI. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan penuh kepada para peserta yang akan membawa nama madrasah dalam berbagai cabang olahraga dan seni.
Bukan sekadar hadir, beliau juga memberikan doa dan motivasi agar seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa pengalaman terbaik bagi perkembangan diri dan madrasah.
“Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang keberanian untuk berproses, berjuang, dan memberikan yang terbaik. Semoga seluruh peserta PORSENI diberikan kelancaran, kesehatan, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” menjadi semangat yang terus mengiringi langkah para peserta.
Partisipasi MIFABARA semakin bermakna dengan dipercayanya dua guru MIFABARA, Ibnu dan Afid, untuk turut bertugas dalam rangkaian pembukaan PORSENI Kabupaten Banjarnegara. Keterlibatan keduanya menjadi bukti bahwa potensi keluarga besar MIFABARA tidak hanya tumbuh di kalangan peserta didik, tetapi juga hadir melalui kompetensi dan kontribusi para gurunya.
Kepercayaan yang diberikan oleh panitia PORSENI tersebut sekaligus menjadi ruang bagi guru MIFABARA untuk mengambil bagian dalam kegiatan tingkat kabupaten. Sebuah kepercayaan yang tentu membawa kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik.
Bagi MIFABARA, PORSENI bukan sekadar arena kompetisi. Di dalamnya terdapat nilai sportivitas, kerja keras, keberanian, kebersamaan, disiplin, dan pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pendidikan yang terus dikembangkan di MIFABARA.
Dari lapangan PORSENI, MIFABARA kembali belajar bahwa setiap peran memiliki arti. Ada peserta yang berjuang meraih prestasi, guru yang mendampingi dan bertugas, serta kepala madrasah yang hadir memberikan dukungan dan doa.
Karena sejatinya, prestasi lahir bukan hanya dari mereka yang bertanding, tetapi dari sebuah ekosistem yang saling menguatkan.
MIFABARA terus melangkah, membawa semangat: berprestasi dengan sportivitas, berkontribusi dengan ketulusan, dan tumbuh bersama dalam kebersamaan.(nas)







