Jangan Tunggu Kehilangan, Penyuluh KUA Karangkobar Ajak Jemaah MT As Salam Manfaatkan Lima Kesempatan

Banjarnegara (Humas) — Waktu terus berjalan dan tidak pernah kembali. Karena itu, kesempatan yang Allah berikan semestinya tidak dibiarkan berlalu tanpa makna. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, saat melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan pada kegiatan MT As Salam, Dukuh Alian, Desa Ambal, Jumat (25/9/2026).

Mengangkat tema “Menghargai Waktu dan Kesempatan dalam Islam”, Duwi mengajak jemaah untuk merenungkan kembali betapa berharganya waktu dalam kehidupan seorang muslim.

Duwi mengawali penyampaiannya dengan mengingatkan pesan Allah SWT dalam QS. Al-‘Asr ayat 1–3:

«وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ»

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

(QS. Al-‘Asr: 1–3)»

Menurut Duwi, surah yang sangat singkat tersebut memberikan pesan yang sangat besar: waktu adalah modal kehidupan. Setiap hari yang berlalu berarti berkurangnya kesempatan manusia untuk berbuat baik.

“Kita sering merasa masih punya banyak waktu. Padahal, waktu yang sudah lewat tidak bisa kita beli kembali. Karena itu, selama Allah masih memberikan kesempatan, mari kita gunakan untuk memperbanyak iman, amal saleh, dan kebaikan,” tutur Duwi.

Dalam kesempatan tersebut, jemaah juga diajak memahami hadis Rasulullah ﷺ tentang lima perkara sebelum datang lima perkara:

«اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ»

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

(HR. Al-Hakim)»

Duwi menjelaskan bahwa hadis tersebut bukan sekadar mengingatkan tentang usia muda. Pesannya berlaku bagi setiap orang sesuai dengan fase kehidupannya.

“Bertambah usia bukan berarti berkurang kesempatan untuk berbuat baik. Justru semakin bertambah usia, semestinya semakin bertambah syukur, semakin banyak amal saleh, dan semakin serius mempersiapkan bekal menuju akhirat,” jelasnya.

Jemaah diajak untuk mulai memanfaatkan apa yang dimiliki saat ini. Masa sehat digunakan untuk beribadah dan beraktivitas dalam kebaikan, waktu luang diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, rezeki digunakan untuk berbagi, dan kesempatan hidup diisi dengan amal yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Penyampaian materi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh perhatian. Jemaah MT As Salam tampak antusias mengikuti bimbingan, menyimak pesan yang disampaikan serta merespons ajakan untuk lebih menghargai waktu dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Melalui pesan sederhana tentang waktu, jemaah diajak untuk tidak menunggu kehilangan baru menyadari nilai sebuah kesempatan.

Sebab, waktu tidak pernah meminta kita untuk kembali, ia hanya mengajarkan agar setiap detiknya diisi dengan iman, amal saleh, dan kebaikan.

(dr/azd)