Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Sodikin, bersinergi dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Adipasir, Mei Fitrianingsih, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok 2A, bertempat di rumah Lis Saryati, dengan jumlah 43 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (9/10/2026)
Kegiatan tersebut mengangkat materi “Meningkatkan Pendapatan Keluarga Mandiri melalui Pengelolaan Keuangan Rutin”. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada KPM mengenai pentingnya mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga secara terencana sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan keluarga yang mandiri, harmonis, dan sejahtera.
Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak semata-mata bergantung pada besarnya pendapatan, tetapi juga pada kemampuan mengatur uang secara bijak. Kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun anggaran belanja, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Sodikin, menekankan bahwa pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya rasa syukur atas rezeki yang diterima. Menurutnya, berapa pun penghasilan yang dimiliki perlu disyukuri dan dikelola dengan penuh tanggung jawab agar memberikan manfaat bagi keluarga.
“Jangan lupa untuk selalu mensyukuri sekecil apa pun rezeki yang kita terima, karena dengan rasa syukur, insyaallah rezeki yang kita miliki akan membawa keberkahan. Tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar untuk hidup sejahtera. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola rezeki dengan bijak, mendahulukan kebutuhan pokok, menghindari pemborosan, dan membiasakan diri hidup sederhana,” ungkap Sodikin.
Ia juga mengajak para KPM agar tidak berkecil hati dengan kondisi ekonomi yang dihadapi. Menurutnya, rasa syukur perlu diiringi ikhtiar, kerja keras, dan pengelolaan keuangan yang baik. Dengan membiasakan hidup hemat, memanfaatkan potensi yang dimiliki, serta berusaha meningkatkan pendapatan, keluarga diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Adipasir, Mei Fitrianingsih, menyoroti pentingnya perencanaan keuangan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Keluarga perlu memiliki skala prioritas agar pendapatan yang tersedia dapat digunakan secara tepat, terutama untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak, kesehatan, dan keperluan penting lainnya.
“Harapannya, keluarga mampu mengatur keuangan dengan lebih baik, tidak hanya mengandalkan pendapatan yang ada, tetapi juga mulai mencari peluang untuk meningkatkan penghasilan secara mandiri. Bantuan sosial hendaknya dimanfaatkan sesuai peruntukannya, sementara kebiasaan menabung dan mengembangkan usaha dapat menjadi langkah menuju kesejahteraan keluarga,” tutur Mei Fitrianingsih.
Sinergi antara penyuluh agama Islam dan pendamping PKH ini menjadi bentuk kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Pendampingan tidak hanya menyentuh aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas setiap rezeki yang diperoleh.
Melalui kegiatan yang diikuti 43 KPM Kelompok 2A ini, peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mencatat pengeluaran, menyusun anggaran keluarga, membiasakan menabung, hingga mencari peluang usaha sesuai kemampuan. Dengan pengelolaan keuangan yang teratur, semangat berusaha, dan rasa syukur, keluarga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan secara bertahap.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa membangun keluarga mandiri tidak selalu harus dimulai dari pendapatan yang besar. Langkah sederhana berupa kebiasaan mengatur keuangan, menggunakan rezeki sesuai kebutuhan, dan mensyukuri setiap nikmat dapat menjadi fondasi untuk membangun keluarga yang lebih kuat, berkah, dan sejahtera.
(Sks/azd)
