Penyuluh KUA Karangkobar Hadir di Fatayat Binangun, Ajak Perempuan Berilmu dan Siapkan Generasi Bermutu

Banjarnegara (Humas) – Pengajian rutin Fatayat NU Ranting Binangun pada Senin (19/10/2026) berlangsung hangat dan interaktif. Bertempat di rumah salah satu pengurus Fatayat di Kalianget, Binangun, kegiatan kali ini menghadirkan Duwi Rohmah, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, yang menyampaikan materi bertajuk ‘Perempuan Berilmu, Generasi Bermutu: Menjadi Ibu yang Terus Belajar dan Menyiapkan Generasi Berkualitas’.

Dalam penyampaiannya, Duwi mengajak para anggota Fatayat untuk terus meningkatkan ilmu dan pengetahuan, meskipun telah disibukkan dengan berbagai tanggung jawab rumah tangga. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan dan karakter generasi penerus.

“Menjadi ibu bukan berarti berhenti belajar. Justru dari ibu yang terus belajar, lahir keluarga yang bertumbuh dan generasi yang bermutu. Sebab, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ungkap Duwi.

Mengutip QS. An-Nisa ayat 9, ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi agar tidak tumbuh dalam keadaan lemah, baik dari sisi keimanan, akhlak, ilmu pengetahuan maupun kemandirian.

Menariknya, kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah. Dalam sesi diskusi, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan mengenai hukum pernikahan saat calon pengantin perempuan dalam keadaan hamil, khususnya apakah pasangan tersebut harus melaksanakan akad nikah ulang setelah melahirkan.

Menanggapi pertanyaan itu, Duwi memberikan penjelasan dengan merujuk pada ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya Pasal 53. Ia menerangkan bahwa perempuan yang hamil di luar nikah dapat dikawinkan dengan laki-laki yang menghamilinya dan, dalam ketentuan tersebut, tidak diperlukan akad nikah ulang setelah anak dilahirkan.

“Persoalan seperti ini penting untuk dipahami berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, bukan sekadar mengikuti anggapan yang berkembang di masyarakat. Karena itu, jangan sungkan bertanya dan berkonsultasi kepada KUA,” jelasnya.

Kehadiran penyuluh dalam pengajian kali ini mendapat sambutan positif. Para peserta mengaku senang karena selain memperoleh tambahan ilmu agama, mereka juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi mengenai persoalan nyata yang dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat.

(dr/azd)