Banjarnegara (Humas) – Proses pembelajaran dalam kelas memerlukan daya kreativitas dari guru serta adanya timbal balik antara guru dan siswa. Daya kreativitas bukan hanya harus dimiliki guru namun juga siswa pun harus diasah kreativitasnya supaya selalu mempunyai pola pikir yang kritis dan dinamis. Demi terciptanya pola pikir tersebut perlu adanya pembelajaran yang interaktif didalam suatu kelas. Berhasilnya pembelajaran yang interaktif akan terbukti dengan terciptanya suasana siswa yang bahagia dan ceria.(6/8)
Mengasah kemampuan motorik siswa terdapat berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membuat komik sederhana. Pembelajaran membuat komik ini terdapat pada mata pelajaran seni budaya kelas tiga materi pertama. Pembuatan komik ini dilakukan secara konvensial (proses gambar secara manual) dan montase (mengambil gambar dari koran atau majalah). Pembelajaran ini dilakukan secara berdiferensiasi untuk melihat peningkatan siswa dalam pembuatan komik.
Audina selaku wali kelas III A menyampaikan bahwa pengadaan membuat komik konvensional dan montase secara sederhana diharapkan mampu meng-upgrade daya kreativitas siswa untuk membuat karya secara individu maupun berkelompok.
“Pembuatan komik ini tentu dilakukan dengan mengenalkan perbedaan jenis komik konvensional dan montase. Adanya pembuatan komik ini diharapkan mampu memberi pengalaman baru untuk siswa bahwa membuat karya bisa dilakukan secara sederhana untuk mengawali pengenalan pembelajaran mengenai materi tersebut.” ucap Bu Audina.
Tahapan pembuatan komik ini diawali dengan tahap pembuatan komik konvensional secara individu. Siswa membuat kotak panel berjumlah 4 tersendiri dan menggambar karakter dan balon percakapan serta cerita sesuai arahan dari guru. Proses upgrade dilakukan dengan siswa membuat komik montase secara berkelompok namun kotak panel berjumlah menjadi 6. Karakter dan balon percakapan dibuat sendiri oleh anggota kelompok. Setiap kelompok dibebaskan untuk mengarang cerita dan membuat tambahan dekorasi di setiap panel untuk menambah kesan estetik dan berwarna.
Dita, salah satu siswa kelas III A menyampaikan bahwa pembuatan komik ini sangat menyenangkan. Siswa secara bebas mampu menuangkan ide untuk berkreasi dan saling kerjasama antar teman.
“Asyik sekali bisa membuat suatu komik yang saya kira itu hal yang sulit. Ternyata membuat dengan sederhana juga menyenangkan. Tema komik dari kelompok saya adalah tentang dunia hewan.” ungkap Dita.
Hal yang sederhana juga dapat membuat pembelajaran dikelas menyenangkan. Hal yang terpenting dalam proses pembelajaran dikelas adalah memberi pengalaman baru kepada siswa untuk selalu mencoba dan menumbuhkan rasa ingin tahu. (ad/La)







