Banjarnegara – Pendidikan mempunyai peranan penting dalam pengembangan kepribadian seseorang seperti halnya menciptakan potensi diri spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak dan keterampilan. Proses pembelajaran yang menarik memerlukan suatu media sebagai pendukung terciptanya pembelajaran yang menyenangkan. Media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran secara bervariasi sehingga dapat memikat perhatian, minat, pikiran dan perasaan.
Keberhasilan siswa mampu dilihat dari pengembangan proses belajar selama dikelas bersama guru. Penunjang keberhasilan tersebut adalah penggunaan media pembelajaran yang diterapkan. Media pembelajaran salah satunya diciptakan oleh salah satu guru Mimau Farida Fitriana dengan nama Media Kaleng Imbuhan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Media tersebut dimaksudkan untuk siswa dapat mengolah kata dasar menjadi kalimat baru yang tepat.
Farida selaku wali kelas V B menyampaikan bahwa media yang dibuat dengan memanfaatkan barang bekas berupa kaleng. Tujuan pembuatan media pembelajaran ini diharapkan mampu melatih kemandirian anak, menghindari terciptanya pembelajaran yang monoton dan selalu tangkas dalam menjawab. (7/8)
“Media Kaleng Imbuhan yang saya ciptakan ini diharapkan mampu mengembangkan daya pikir anak untuk mengembangkan kata dasar yang disediakan menjadi kata dan kalimat yang tepat.” ucap Farida.
Aturan bermain dalam media tersebut adalah dengan menyiapkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) terlebih dahulu lalu membentuk kelompok dengan 4 baris horizontal. Setiap baris berjumlah 5-6 siswa. Baris ke 1 mempersiapkan diri di belakang secara berderet untuk berlari menuju kaleng imbuhan yang berada di depan (dengan instruksi hitungan yang disuarakan bersama-sama dari 1-3). Setelah sampai menuju kaleng imbuhan , peserta didik diperbolehkan membuka isi kalengnya dan menempel kata dasar pada lembar LKPD kemudian memberikan imbuhan pe serta membuat kalimat. Dua anak yang tercepat dan benar dalam tiap baris mendapatkan reward card. Hal yang harus dipersiapkan peserta didik adalah menyiapkan pensil dan lem guna menempelkan kertas.
Zahra, salah satu siswa kelas V B menyampaikan adanya media kaleng imbuhan, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
“Senang dalam belajar dan gembira karena bermain sambil belajar lebih asyik dan bervariatif tidak membosankan dan tentunya menambah kekompakan tim.” ungkap Zahra.
Orang tua ananda Zahra juga sangat mengapresiasi atas kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan bagi anaknya.
“Alhamdulillah, anak saya jadi tambah semangat dalam belajar ketika pulang sekolah selalu ceria dan bahagia dengan pembelajaran yang diberikan guru secara variatif dan inovatif serta semangat.” tutur Ibunda Zahra. (ad/La)







