Banjarnegara (Humas) – KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting) adalah inovasi unggulan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Adalah sebuah gerakan masif dari para penyuluh agama Islam dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Banjarnegara baik melalui kegiatan tatap muka maupun kampanye pada media sosial. KOPI SECETING juga merupakan inovasi unggulan yang menjadi komponen Penilaian Zona Integritas (PZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara tingkat nasional yang akan dinilai oleh Kemenpan RB.
Menghadapi penilaian oleh Kemepan RB, maka inovasi KOPI SECETING perlu disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, dan salah satunya melalui media sosial. Sekretaris Tim PZI Kabupaten Banjarnegara, Ahmad Solikhun mengatakan bahwa inovasi KOPI SECETING harus tersosialisasi secara masif kepada masyarakat.
“Inovasi ini harus tersosialisasi secara masif kepada masyarakat, agar ketika Tim Penilai Nasional (Kemenpan RB) turun langsung ke masyarakat, paham apa itu inovasi KOPI SECETING. Salah satu model sosialisasi yang mudah diterima terutama di kalangan millennial adalah melalui video pendek pada media sosial yaitu reel Facebook, Instagram, Youtube, maupun TikTok. Oleh karenanya, kami TIM PZI Kemenag Kabupaten Banjarnegara menginstruksikan kepada Tim Kreatif Pokjaluh yang sudah berpengalaman dalam pembuatan film untuk membuat video-video pendek”, ungkapnya.
Menyambut instruksi Tim PZI, Tim Kreatif Pokjaluh bergerak cepat dengan membuat video pendek sosialisasi inovasi KOPI SECETING. Mengambil seting tempat di KUA Kecamatan Banjarnegara, syuting pembuatan video pendek, dilaksanakan di bawah arahan sutradara Hendriyanto (Penyuluh Agama Islam Kec. Pandanarum) dengan ide cerita dan naskah yang di buat oleh Agus Salam (Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pejawaran, Senin (19/08/2024). Para pemain dalam video ini adalah para Penyuluh Agama Islam baik fungsional maupun Non PNS.
Hendri selaku sutradara menjelaskan bahwa konsep video ini adalah video yang ringan dan berdurasi pendek sehingga mudah dicerna oleh penonton.
“Kami membuat video ini dengan konsep sederhana, ringan, pendek (maksimal durasi 1 menit) dan ada unsur komedi dengan harapan mudah dicerna oleh masyarakat, terngiang dan semoga viral”, pungkas Hendri sambil tertawa. (az)







