JELANG ANBK, MIMAU ADAKAN RAPAT SOSIALISASI ANBK KE WALIMURID

Banjarnegara (Humas) – MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) akan melaksanakan ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 11 – 23 Oktober mendatang untuk tahap 1 dan tanggal 4 – 7 November untuk tahap 2 ditahun 2024. Menunjang pelaksanaan ANBK tersebut panitia ANBK MIMAU memberikan sosialisasi kepada wali siswa kelas 5.

Tujuan dari pelaksanaan sosialisasi ini untuk mematangkan persiapan pelaksanaan ANBK. Sosialisasi ini dilaksanakan di ruang aula MIMAU dan diikuti oleh seluruh wali murid kelas 5 dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB yang dilanjutkan musyawarah study tour kelas 5 dan 6 hingga pukul 15.00 WIB.

Materi sosialisasi meliputi penjelasan teknis pelaksanaan ANBK, dan pemahaman untuk orang tua tentang materi pada ANBK dan pengaruh nilai ANBK pada Akreditasi Madrasah mendatang. Selain itu juga ada sesi tanya jawab hal-hal yang belum difahami oleh wali murid.

ANBK merupakan tes atau proses penilaian terhadap mutu yang dimiliki oleh satuan pendidikan atau madrasah. Hal ini dilakukan pada satuan pendidikan dari pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTS) hingga pendidikan menengah (SMA/SMK/MA/MAK). Bentuk asesmen ini menggunakan komputer untuk menyajikan dan menjawab soal. Asesmen ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan secara berkala

“Pelaksanaan ANBK MIMAU memilih di tahap 2 yaitu tanggal 4-7 November 2024, agar persiapan lebih matang. Sedangkan untuk menunjang dan memaksimalkan hasil ANBK, setiap anak memiliki Buku Penunjang ANBK digunakan pada saat Pelajaran tambahan yang Insya Allah akan dimulai pertengahan September,” jelas Wahyul

Walimurid harus paham bahwa ANBK meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yaitu berfokus pada kemampuan literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid. Selanjutnya Survei Karakter, untuk mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan murid yang mencerminkan karakter Survei Lingkungan Belajar, mengukur kualitas lingkungan belajar di sekolah, mencakup berbagai aspek seperti fasilitas, proses belajar-mengajar, hingga dukungan yang diberikan oleh satuan pendidikan mereka.

“Survei Karakter ini juga sangat penting, dimana perkembangan aspek-aspek yang berhubungan dengan moral, etika, dan sosial siswa, akan diukur. Selanjutnya untuk survei Lingkungan Belajar yang memberikan gambaran tentang faktor eksternal berperan dalam mendukung pembelajaran siswa,” lanjut Wahyul menyampaikan,

Ditutup dengan doa kafaratul majlis, Sosialisasi berakhir. Dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar. (nf/wk)

Skip to content