Banjarnegara (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono sampaikan tiga pesan penting terkait efisiensi anggaran kementerian. Pesan ini disampaikan saat memberikan amanat apel penghormatan bendera tanggal 17 di hadapan 100 hadirin dari mulai Pejabat, Kepala KUA, Penyuluh Agama, Pengawas Madrasah dan PAI dan juga ASN di lingkungan Kemenag Banjarnegara (Senin, 17/02/2025).
Saat ini Presiden Republik Indonesia menginstruksikan kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk melakukan efisien anggaran. Kementerian Agama sendiri terkena 14.8 T untuk efisiensi anggaran. Menyikapi efisiensi anggaran Kementerian ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara memberikan tiga pesan penting.
Pertama, ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara harus patuh terhadap kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan.
“Kita semua harus samikna waatokna terhadap kebijakan yang diambil oleh pimpinan. Pimpinan dalam mengambil kebijakan pasti sudah dipertimbangkan dengan matang. Kita sebagai ASN harus satu komando terhadap perintah pimpinan,” ucapnya
Kedua, ASN jangan berkeluh kesah terkait efisiensi anggaran ini di media sosial. Keluh kesah ini bisa menjadi hal yang kontraproduktif terhadap kinerja lembaga apabila tidak dikelola dengan baik.
“Sebagai ASN kita harus berhati hati dalam menuliskan keluh kesah di media sosial. Jangan sampai keluh kesah malah membuat masyarakat semakin gaduh dan menimbulkan mudharat bagi institusi,” imbuhnya
“Sebagai ASN justru harus menuliskan pemahaman yang baik kepada masyarakat terkait efisiensi anggaran ini,” imbuhnya
Ketiga, Kepala Kantor mengajak seluruh ASN untuk tetap berkreasi dengan program-program di tengah keterbatasan anggaran dengan tanpa melanggar aturan.
“Kita harus pandai-pandai dalam menjalankan program, yang dulunya sering mengadakan rapat secara langsung, mulai saat ini bisalah kita menggunakan teknologi seperti zoom dan lain sebagainnya,” ajaknya
Kepala Kantor berharap para ASN bisa lebih kreatif dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan di tengah keterbatasan anggaran. Keterbatasan bagi sebagian orang memang menjadi hambatan, namun bagi orang kreatif keterbatasan justru menjadi alasan berkembang dan terus maju. (AK)

