Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam Kec. Karangkobar bersama Bidan Desa Gumelar melaksanakan kegiatan Posyandu Remaja di Gedung Posyandu Desa Gumelar, pada Rabu (10 /07/ 2025). Peserta kegiatan merupakan remaja usia 10–17 tahun, mulai dari kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, yang dilakukan oleh Bidan Desa dibatu para kader.
Antusiasme remaja begitu terasa sejak awal kegiatan. Mereka tampak semangat mengikuti seluruh rangkaian acara yang tidak hanya berisi pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sarat dengan edukasi keagamaan dan motivasi hidup Islami.
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan materi “Remaja Sehat Qurani” . Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa masa baligh adalah awal dari tanggung jawab besar sebagai seorang muslim — baik dalam hal ibadah, kebersihan diri, maupun menjaga akhlak dan pergaulan. “Kalau kamu bisa jaga akun media sosialmu dengan hati-hati, maka kamu juga pasti bisa menjaga dirimu lebih baik. Tubuhmu adalah amanah, dan hidupmu terlalu berharga untuk disia-siakan,” ungkapnya penuh makna.
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan materi “Remaja Sehat Qurani”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa masa baligh bukan hanya perubahan fisik, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab syar’i — di mana setiap remaja telah wajib melaksanakan perintah agama seperti shalat, puasa, mandi wajib, serta menjaga aurat dan adab pergaulan.
“Kalau adik adik sudah baligh, artinya sudah memikul amanah syariat. Mulailah jaga dirimu, ibadahmu, dan sikapmu, karena sejak itu amal baik dan burukmu mulai dicatat oleh Allah,” ungkapnya.
Duwi juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, baik dalam kehidupan nyata maupun dunia digital. “Remaja Qurani itu bukan hanya sopan saat berbicara langsung, tapi juga santun saat menulis, membalas pesan, dan berkomentar di media sosial. Ucapan dijaga, jari pun ikut dijaga. Karena yang kita tulis juga akan dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.
Tak hanya soal akhlak dan ibadah, Duwi juga mengajak remaja untuk mulai menata masa depan sejak dini, dengan membiasakan diri untuk rajin belajar, disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga hubungan dengan Allah.
“Jangan tunggu dewasa untuk jadi baik. Remaja yang sukses adalah yang mau belajar, taat, dan bertanggung jawab sejak sekarang,” tutupnya memberi semangat.
Penyuluh Agama lainnya, Adib, menyampaikan pentingnya semangat belajar, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan tanda-tanda baligh, haid, dan kewajiban mandi besar.
“Remaja muslim itu harus tahu kapan dirinya wajib sholat dan mandi, supaya ibadahnya sah dan hidupnya bersih lahir batin,” jelasnya kepada peserta.
Sementara Bidan Desa Gumelar juga mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dalam masa remaja, terutama saat haid atau setelah berolahraga. “Remaja yang bersih dan peduli kesehatan akan lebih siap menghadapi masa depan. Hidup sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten,” Ujarnya.







