KUA Rakit Hadirkan Semangat Baru Lewat Silaturahmi Bertema Rejeki Halal

Banjarnegara – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit kembali menggelar kegiatan silaturahmi rutin bagi para pendamping dan penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Bertempat di Balai Nikah KUA Rakit, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar-peserta sekaligus meningkatkan wawasan spiritual dan ekonomi umat. Selasa 11 Juli 2025

Berbeda dari pertemuan sebelumnya yang masih fokus pada proses administrasi dan pelaporan keuangan, kegiatan kali ini mengusung pendekatan baru: setiap pertemuan akan memiliki tema khusus yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah secara pengetahuan dan spiritualitas.

Pada pertemuan perdana dengan konsep baru ini, tema yang diangkat adalah “Rejeki Halal, Jalan Menuju Barokah dan Ridho-Nya”. Tema tersebut diangkat untuk memberikan pemahaman lebih dalam kepada peserta tentang pentingnya memperoleh penghasilan dari sumber yang halal sebagai fondasi keberkahan dalam hidup.

KUA Rakit menghadirkan narasumber utama, Drs. Nasirin, seorang Penyuluh Agama Islam yang telah berpengalaman dalam menangani program pemberdayaan ekonomi umat di berbagai wilayah. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa rejeki yang halal bukan hanya soal sumber, tetapi juga proses, niat, dan kebermanfaatannya bagi diri sendiri dan orang lain.

“Keberkahan rejeki tidak terletak pada jumlah, tapi pada nilai kemanfaatannya dan cara kita memperolehnya. Ketika kita menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan etika dalam mencari nafkah, maka insya Allah ridho Allah akan menyertai langkah kita,” ungkap Nasirin dalam penyampaiannya.

Kepala KUA Rakit menyampaikan bahwa penambahan tema dalam setiap pertemuan merupakan langkah pembaruan yang diharapkan bisa menjaga semangat peserta, memperluas wawasan, dan membentuk karakter ekonomi umat yang tidak hanya mandiri secara finansial tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Rangkaian silaturahmi ini akan terus berlanjut setiap bulannya, dengan tema-tema yang relevan dan aplikatif. Sekolah kehidupan ekonomi umat ini diharapkan menjadi embrio berkembangnya kemandirian ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai agama yang kuat. (i)

Skip to content