Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Lakukan Konsultasi Penelitian Awal di Labkesmas Banjarnegara

Banjarnegara—Tiga tim riset dari MTs Negeri 1 Banjarnegara melakukan kunjungan ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara dalam rangka konsultasi penelitian awal yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan proposal lomba riset. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi ajang kompetisi ilmiah yang akan datang.

Kunjungan ini diikuti oleh enam siswa, yaitu Ahnaf Raditya Fadlurrahman, Fathur Ibnu Hidayat, Aisyamara Azarine Ramadhani, Syafiqa Hanafadhila Ivama, Zahra Nuri Ayukha, dan Setiya Hermasya Haya Ilminura. Mereka didampingi oleh tiga guru pembimbing, yaitu Tri Widayati, Musfiatul Muniroh, dan Arif Widyanto, berdasarkan Surat Tugas Nomor: 1920/MTs.11.04.11/PP.00.5/07/2025.

Kunjungan diawali dengan sambutan dari tim Labkesmas Banjarnegara yang memperkenalkan fungsi dan layanan laboratorium, mulai dari uji kesehatan lingkungan hingga fasilitas kalibrasi alat kesehatan. Para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan observasi langsung terhadap fasilitas laboratorium dan berdiskusi dengan tenaga analis profesional.

Yuniyati, Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga profesi.

“Kami berharap siswa bisa memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana riset dilakukan secara profesional. Konsultasi ini akan memperkuat pemahaman mereka terhadap metode ilmiah dan validitas data,” jelasnya.

Tri Widayati, sebagai pembimbing riset, menyampaikan bahwa dialog dengan pihak laboratorium membantu memperjelas rancangan teknis penelitian siswa.

“Kita ingin siswa tidak hanya membuat riset yang menarik, tetapi juga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kunjungan ini memberi mereka pemahaman langsung tentang pengumpulan data yang benar dan alat yang harus dikalibrasi,” paparnya.

Senada dengan itu, Musfiatul Muniroh, menambahkan bahwa kegiatan lapangan seperti ini memperkuat keterampilan literasi sains peserta didik.

“Anak-anak jadi lebih termotivasi dan paham pentingnya ketelitian dalam melakukan penelitian. Ini adalah proses pembelajaran yang sangat efektif,” katanya.

Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait prosedur laboratorium, alat-alat kesehatan, hingga peluang pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat.

“Saya jadi lebih tahu bagaimana riset dilakukan dengan standar yang benar. Saya ingin riset kami nanti bisa memberi manfaat, bukan hanya untuk lomba, tapi juga untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Ahnaf Raditya Fadlurrahman merasa kunjungan ini membuka wawasannya.

“Saya jadi paham kalau riset itu harus detail dan penuh tanggung jawab. Kami jadi lebih siap menyusun proposal riset yang baik,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan refleksi bersama. Beberapa foto menunjukkan momen diskusi, observasi laboratorium, hingga foto bersama di depan gedung Labkesmas Banjarnegara.

Dengan dukungan dari pihak sekolah, guru pembimbing, dan instansi mitra, dua tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap isu-isu kesehatan masyarakat dan lingkungan. (Lin)