Banjarnegara – Sebanyak 13 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara yang lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Formasi Tahun Anggaran 2024 mengikuti kegiatan Pembinaan dan Penyerahan Rekening Gaji pada Jumat (25/7) Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dan bertempat di Aula Kankemenag Banjarnegara.
Acara ini menjadi momen penting sebagai bagian dari proses administrasi awal yang menandai dimulainya pengangkatan resmi para PPPK. Selain pembinaan, acara juga dirangkai dengan penyerahan rekening gaji oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada seluruh peserta.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam mengemban amanah sebagai ASN PPPK di lingkungan Kementerian Agama.
“Kami harap seluruh PPPK bisa segera menyesuaikan diri dengan budaya kerja yang ada, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ASN Kementerian Agama. Status baru ini bukan hanya prestasi, tetapi juga tanggung jawab besar kepada masyarakat dan negara,” tegasnya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi dan harapannya.
“Saya bersyukur dan bangga, karena 13 GTK Madtsansa dapat mengikuti kegiatan ini sebagai langkah awal penataan administrasi kepegawaian. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras para guru dan staf dalam mengikuti seleksi, serta bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan status hukum yang jelas bagi tenaga pendidik,” ujar Yatiman.
Lebih lanjut, ia juga berharap agar para PPPK mampu menjaga kinerja dan semangat dalam melayani pendidikan.
“Status PPPK ini harus menjadi pelecut semangat. Kami di madrasah siap mendukung dan membina mereka untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional dan berkarakter,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 1 Banjarnegara, Aida Wachdah Hikmawaty, yang menyoroti pentingnya aspek administratif yang tertib dalam proses ini.
“Proses pembinaan dan penyerahan rekening ini sangat penting dalam memastikan bahwa seluruh hak-hak kepegawaian mereka terpenuhi sesuai regulasi. Kami dari urusan TU akan terus memfasilitasi dan memantau proses administrasi lanjutan agar tidak ada kendala,” ungkap Aida.
Salah satu peserta PPPK, Tri Rochani, mengaku terharu dan bersyukur atas pencapaian ini. Ia mengatakan bahwa perjuangan panjang selama proses seleksi akhirnya membuahkan hasil.
“Rasanya seperti mimpi. Setelah bertahun-tahun mengabdi, akhirnya status kami jelas. Kami bisa lebih tenang bekerja dan semakin semangat mengajar,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Senada dengan itu, Saryono, PPPK lainnya, menyampaikan bahwa pengangkatan ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Dengan status PPPK, tentu tanggung jawab kami bertambah. Tapi kami siap. Apalagi dengan adanya pembinaan dari Kemenag, kami jadi lebih memahami peran kami sebagai ASN,” ucapnya.
Kegiatan pembinaan ini berlangsung lancar dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Setelah sesi pengarahan, peserta menerima buku rekening dan ATM dari pihak BSI yang akan digunakan untuk penyaluran gaji dan tunjangan kepegawaian.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan para PPPK dapat lebih siap secara mental, administratif, dan profesional dalam menjalankan tugas mereka di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara dan di bawah naungan Kementerian Agama. (Lin)







