Menginspirasi Lewat Iman: Penyuluh Agama Islam Mandiraja dan Mahasiswa KPI Unsiq Dampingi Tunanetra di Bengkel Hati

Banjarnegara (Humas) – Suasana hangat penuh keteduhan menyelimuti Mushola Baitun Nur, Mandiraja Kulon, Banjarnegara, sore ini, Selasa (29/7). Kegiatan “MT Bengkel Hati ” yang digagas oleh Ustadz Imam Khambali kembali digelar, khusus untuk para penyandang disabilitas netra (tunanetra) yang merupakan binaan tetap beliau. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi dan Feti Sulistiyani, serta mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Unsiq Wonosobo.

Dalam kesempatan tersebut, Dian Setiadi menyampaikan materi bertema “Sabar dalam Ujian, Teladan dari Nabi Ayub AS”. Ia menekankan bahwa setiap cobaan adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

“Nabi Ayub AS mengalami ujian luar biasa, namun tidak sedikit pun beliau mengeluh. Justru dengan kesabaran, beliau mendapat kemuliaan. Ini menjadi pelajaran bahwa cobaan bukan hukuman, melainkan jalan naik kelas dalam kehidupan,” ujar Dian di hadapan para peserta.

Feti Sulistiyani, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus sosial di tengah masyarakat, khususnya kalangan disabilitas yang kerap terpinggirkan.

“Bengkel Hati ini bukan hanya forum belajar agama, tapi juga ruang penguatan jiwa dan solidaritas. Kami bangga bisa hadir dan membersamai mereka,” ucap Feti kepada media.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, diselingi tanya jawab serta sesi motivasi dari mahasiswa KPM KPI Unsiq. Para peserta tampak antusias dan merasa dihargai keberadaannya.

MT Bengkel Hati merupakan kegiatan rutin yang bertujuan membangun semangat spiritual penyandang disabilitas, dan hari ini menjadi momentum kolaborasi antara tokoh agama, akademisi, dan mahasiswa untuk menyemai keberkahan di tengah keterbatasan. (H/M, azd)