Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Lakukan Kunjungan Persiapan Penelitian ke Labkesmas Banjarnegara

Banjarnegara, Kamis (30/7) – Tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara yang terdiri dari Aisyamara dan Lituhayu melakukan kunjungan kerja ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara sebagai bagian dari persiapan penelitian ilmiah yang akan mereka laksanakan dalam waktu dekat. Kunjungan ini didampingi oleh pembimbing riset mereka, Musfiatul Muniroh, dan berlangsung dengan lancar serta penuh semangat kolaboratif.

Kegiatan yang dilakukan oleh tim riset ini difokuskan pada pengecekan kelengkapan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penelitian. Selain itu, mereka juga melakukan konsultasi langsung dengan pihak laboratorium guna memastikan bahwa prosedur dan metode penelitian yang dirancang telah sesuai standar dan tidak akan menimbulkan miskomunikasi saat pelaksanaan.

“Kunjungan ini penting untuk memastikan kesiapan segala sesuatu sebelum anak-anak turun langsung ke lapangan. Kami ingin memastikan bahwa alat dan bahan tersedia dengan baik, dan yang tak kalah penting, ada kesepahaman antara peneliti muda dan pihak laboratorium terkait metode yang digunakan,” ujar Musfiatul Muniroh, pembimbing riset MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Musfiatul menekankan bahwa pembinaan keterampilan riset sejak dini sangat penting bagi siswa madrasah, terlebih di era yang mengutamakan literasi sains dan teknologi.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya paham teori, tapi juga terlatih secara praktis dalam merancang dan melaksanakan penelitian. Pengalaman seperti ini akan sangat bermanfaat bagi mereka di masa depan,” imbuhnya.

Lituhayu, salah satu anggota tim riset, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana riset dilakukan di lapangan.

“Kami tadi memeriksa alat-alat yang akan digunakan, seperti mikroskop, alat ukur kadar, serta bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk uji laboratorium. Selain itu kami juga berdiskusi dengan laboran tentang prosedur keamanan dan teknik yang akan digunakan nanti,” jelasnya.

Senada dengan Lituhayu, Aisyamara menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak laboratorium menjadi poin penting dalam kunjungan ini.

“Kita harus pastikan bahwa semua orang memahami metode yang akan kami pakai, supaya nanti tidak ada kesalahan dalam pelaksanaan. Jadi tadi juga sempat ada sesi konsultasi dengan laboran untuk menyamakan persepsi,” katanya.

Sementara itu, pihak Labkesmas Banjarnegara yang menerima kunjungan menyambut baik inisiatif dari siswa MTsN 1 Banjarnegara. Laboran yang bertugas hari itu, Ibu Anggun, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar siswa dan kesiapan mereka dalam menyusun penelitian.

“Kami sangat mendukung anak-anak muda yang sudah mulai belajar riset sejak dini. Hari ini mereka datang dengan pembimbingnya untuk mengecek kesiapan alat, sekaligus berkonsultasi tentang teknis pelaksanaan penelitian nanti. Ini menunjukkan keseriusan mereka, dan kami siap membantu sebisa mungkin,” ujar Anggun.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara laboratorium dan peneliti muda agar tidak terjadi miskomunikasi saat proses riset berjalan. “Semua harus jelas sejak awal, mulai dari alat, bahan, hingga metode dan tata tertib laboratorium. Dengan begitu, proses di lab bisa berjalan lancar dan hasilnya pun bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan riset di MTs Negeri 1 Banjarnegara yang terus mengembangkan minat dan potensi siswa dalam bidang ilmiah.

Dengan semangat dan kesiapan yang matang, tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya relevan tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat. Kunjungan ke Labkesmas Banjarnegara menjadi langkah awal yang strategis dalam proses panjang sebuah penelitian yang berbasis data, observasi, dan kolaborasi. (Lin)

Skip to content