Bangga, Madtsansa Menjadi Silaturahmi Madrasah Pertama Kepala Kankemenag Banjarnegara

Banjarnegara – Suasana hangat menyelimuti kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Kamis (11/12). Para peserta IHT merasa sangat terharu oleh kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara,  H. Sukarno, yang menjadikan Madtsansa sebagai madrasah pertama yang beliau kunjungi sejak resmi dilantik.

Kunjungan ini semakin bermakna karena H. Sukarno sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kankemenag Kabupaten Kebumen, dan kini memulai pengabdiannya di Banjarnegara dengan langkah penuh kedekatan dan apresiasi. Tidak hanya itu, beliau juga merupakan orang tua wali dari salah satu siswa Madtsansa beberapa tahun lalu. Fakta tersebut menambah kedekatan emosional antara beliau dan keluarga besar Madtsansa.

Seluruh guru dan pegawai yang hadir tampak antusias sekaligus terharu. Bagi mereka, kunjungan perdana ini terasa seperti bentuk penghormatan sekaligus dukungan nyata dari pimpinan baru Kankemenag kepada Madtsansa untuk terus berkembang.

Kepala madrasah H. Yatiman dalam sambutannya menuturkan bahwa kehadiran H. Sukarno menjadi momen yang sangat berharga.

“Kami merasa terhormat sekaligus tersentuh karena Madtsansa menjadi madrasah pertama yang dikunjungi beliau setelah dilantik. Ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi simbol kedekatan dan perhatian yang luar biasa. Terlebih lagi, beliau pernah menjadi bagian dari kami sebagai orang tua wali,” ungkapnya.

Yatiman juga menyampaikan bahwa momen tersebut menjadi penyemangat besar bagi seluruh guru untuk melaksanakan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan lebih optimal.f

Dalam arahannya, H. Sukarno menjelaskan kembali makna Kurikulum Berbasis Cinta yang dicanangkan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa kurikulum ini merupakan upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama, lingkungan, serta Sang Pencipta.

“Kurikulum ini bukan sekadar program, tetapi gerakan moral untuk membangun generasi yang berkarakter dan penuh kasih. Saya memilih Madtsansa sebagai madrasah pertama yang saya kunjungi karena saya melihat energi positif dan semangat besar dari para gurunya,” tuturnya.

Beliau juga mengungkapkan rasa emosional saat kembali menyapa para guru Madtsansa yang dulu sempat mendidik putranya.

“Kedatangan saya ke sini seperti pulang ke rumah kedua. Ada wajah-wajah yang saya kenal dan atmosfer hangat yang sangat saya rindukan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para peserta IHT yang semakin merasakan kedekatan personal beliau dengan madrasah.

Salah satu guru Bahasa Arab, Musfiatul Muniroh, mengaku tidak dapat menyembunyikan rasa harunya.

“Saat beliau menyampaikan sambutan, saya merasakan ketulusan dan kebanggaan beliau terhadap Madtsansa. Kami merasa benar-benar dihargai. Beliau datang dengan penuh kehangatan, bukan sekadar sebagai pejabat tetapi sebagai keluarga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti Masruroh, guru PKn, yang merasa bahwa kunjungan tersebut memberikan motivasi baru.

“Bagi kami guru, apresiasi seperti ini sangat berarti. Beliau menyampaikan amanah kurikulum dengan bahasa yang menyentuh. Rasanya kami semakin siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dengan lebih ikhlas dan kreatif,” katanya.

Kegiatan IHT yang diikuti seluruh guru tersebut berjalan lancar dan penuh makna. Kehadiran langsung Kepala Kankemenag memberikan semangat baru bagi Madtsansa untuk terus berinovasi dan menghidupkan kurikulum yang menekankan cinta, empati, dan tanggung jawab ekologis.

Dengan dimulainya masa kepemimpinan H. Sukarno di Banjarnegara, keluarga besar Madtsansa berharap hubungan baik ini terus berlanjut dan menghadirkan banyak kolaborasi positif bagi pengembangan kualitas pendidikan madrasah. (Lin)

Skip to content