Banjarnegara Langsungkan Musda IGRA ke-III

Rabu (7/9) Ruang Surya Room-Hotel Surya Yudha Banjarnegara penuh dengan Bunda-bunda dari RA/DA/TA/BA se-kabupaten Banjarnegara dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudlatul Atfan (IGRA) kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan ini merupakan agenda 5 tahunan dalam rangka pertanggungjawaban Pengurus IGRA, Penyusunan Program Kerja  dan pembentukan Pengurus IGRA yang baru masa bakti 2016-2021. Hadir dalam kegiatan Pengurus IGRA Wilayah Jawa Tengah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara, Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah, dan seluruh guru setingkat RA

Dalam sambutan pembinaannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara, Farhani menyampaikan 3 point penting, yakni Kelembagaan, Pendidikan dan Anak Didik.

Terkait kelembagan, Farhani berharap pendidikan setingkat Roudhlotul Atfal ini sebagai salah satu sumber utama siswa dalam perkembangan madrasah di tingkat selanjutnya  perlu mendapatkan perhatian keberadaanya dan di utamakan.  Salah satu harapan adalah meningkatnya BOP siswa guna kelancaran operasional pendidikan yang ditingkatkan. Diharapkan bisa setara dengan BOS di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, disamping tercukupinya dana untuk sarana dan prasarana.

Sebagai pendidik, masalah awal yang muncul adalah kualifikasi dan kompetensi. 2 hal ini menjadi penting bagi pendidik demi meningkatnya mutu pendidikan peserta didik. Harapan progres pendidik meningkat dari tahun ke tahun.

Adapaun terkait pengangkatan pendidik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kakankemenag masih menunggu aturan yang menjadi pedoman demi terwujudnya kesejahteraan pendididik.

Poin keberadaan peserta pendidik perlu menjadi perhatian, terlihat dari kuantitas dan kuantitas. Lembaga pendidikan diharapkan memiliki kualitas dalam pendidikan dan prestasi yang akan otomatis menarik orang tua untuk men-sekolahkan anaknya. Hal ini akan menjadikan kuantitas bertambah.

Di akhir sambutannya, Kakankemenag menyampaikan selamat mengikuti Musda. Program kerja ke depan di usahakan memiliki pembeda dengan program dari daerah/ kabupaten lain.

Kepala Kemenag yakin bahwa walaupun kondisi di desa/ terpencilpun bisa maju asal memiliki pemikiran maju, berkembang. Dengan potensi yang ada, harus dikembangkan dan jangan menyerah serta tidak terjepak dengan rutinitas biasa-biasa. (nangim)