Banjarnegara (Humas) – Gaji, belum habis bulan sudah habis. Bantuan datang, tapi ludes untuk bayar cicilan. Kondisi ini masih dialami banyak keluarga.
Untuk itu Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fatma Kurnianingsih, bersinergi dengan Pendamping PKH, Lukitasari Winastuti melaksanakan Penyuluhan kepada KPM PKH Desa Pingit RT 05 RW 02, Senin (14/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Jauhi Hutang Konsumtif, Hidup Lebih Tenang”. Dalam materinya, Fatma Kurnianingsih mengingatkan bahwa Islam memandang hutang sebagai perkara serius. “Nabi bahkan berlindung dari hutang setiap habis salat. Karena hutang bikin susah di dunia, susah di akhirat,” ujarnya di hadapan KPM.
Penyuluh KUA Rakit ini membedakan 2 jenis hutang. Hutang produktif untuk modal usaha, pendidikan, kesehatan. Hutang konsumtif untuk gaya-gayaan, HP baru, arisan barang, pinjaman online. “Hutang konsumtif itu yang bikin kita dikejar debt collector, tidur tidak nyenyak, dan rezeki tidak berkah,” jelasnya.
Ada 3 langkah agar terhindar dari hutang konsumtif :
1. Hidup sesuai kemampuan. Ada uang beli, tidak ada uang tahan dulu,angan gengsi.
2. Catat pemasukan dan pengeluaran. Bantuan PKH digunakan untuk kebutuhan pokok, kesehatan, dan pendidikan anak dulu.
3. Perbanyak syukur. Orang yang bersyukur tidak mudah tergoda iklan dan pamer di medsos.,
Pendamping PKH Lukitasari Winastuti menambahkan agar KPM memanfaatkan bantuan tepat sasaran. “Jangan untuk membeli barang yang tidak perlu, mari kita kelola bersama agar bisa lepas dari kemiskinan,” pesannya.
Salah satu KPM,Sri Rahayuni mengaku tersentuh. “Saya baru sadar selama ini banyak hutang menjadikan hidup tidak tenang. Mulai sekarang mau hidup sederhana saja, yang penting tenang,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar warga Pingit diberi rezeki halal, berkah, dan terbebas dari jerat hutang.
(SN/azd)







