Hendriyanto Dorong Jemaah An Nur Ubah Waktu Menjadi Amal dan Manfaat

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, memberikan penyuluhan keagamaan kepada jemaah Majelis Taklim Ibu-Ibu An Nur Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Rabu (16/9/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mendorong jemaah agar mampu mengembangkan potensi diri dan menghadirkan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Dalam penyuluhan kali ini, Hendriyanto mengangkat tema “Menjadi Muslimah yang Produktif dan Bermanfaat bagi Sesama”. Materi tersebut mengajak jemaah untuk memahami bahwa produktivitas seorang muslimah tidak hanya diukur dari banyaknya aktivitas yang dilakukan, tetapi juga dari sejauh mana aktivitas tersebut bernilai kebaikan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Hendriyanto menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Seorang muslimah dapat menjadi pribadi yang produktif melalui berbagai aktivitas sederhana, seperti meningkatkan kualitas ibadah, menambah pengetahuan, mendidik anak, membantu keluarga, menjaga lingkungan, hingga terlibat dalam kegiatan sosial di masyarakat.

“Produktif bukan berarti harus selalu sibuk. Produktif adalah mampu menggunakan waktu, tenaga, ilmu, dan kesempatan yang Allah berikan untuk melakukan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” jelas Hendriyanto.

Menurutnya, menjadi pribadi yang bermanfaat tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Kepedulian kepada tetangga, membantu orang yang membutuhkan, berbagi ilmu, memberikan dukungan kepada sesama, serta ikut menjaga kerukunan merupakan bentuk nyata kontribusi seorang muslimah di lingkungan tempat tinggalnya.

Hendriyanto juga mengingatkan jemaah agar tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Setiap orang mempunyai kemampuan, kesempatan, dan tanggung jawab yang berbeda. Hal terpenting adalah terus berusaha memperbaiki diri dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Jangan menunggu memiliki banyak harta atau jabatan untuk bisa bermanfaat. Senyum, ilmu yang dibagikan, tenaga yang digunakan untuk membantu, bahkan perhatian kepada tetangga yang sedang mengalami kesulitan juga dapat menjadi bentuk kebaikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, jemaah juga diajak untuk mengatur waktu secara bijak. Waktu untuk beribadah, keluarga, pekerjaan, kegiatan sosial, dan pengembangan diri perlu dikelola dengan seimbang agar aktivitas sehari-hari tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi memiliki tujuan yang jelas.

Hendriyanto menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif secara bertahap. Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan membaca, mengikuti kajian, menjaga kesehatan, membantu sesama, dan memperbanyak amal saleh yang dilakukan secara istikamah dapat membentuk pribadi yang semakin produktif.

Penyuluhan berlangsung dalam suasana interaktif. Jemaah mengikuti materi dengan antusias dan berdiskusi mengenai berbagai bentuk kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran serta mereka di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan jemaah Majelis Taklim Ibu-Ibu An Nur Desa Kaliwungu tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keagamaan, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Semangat menjadi muslimah yang produktif diharapkan dapat diwujudkan melalui kebaikan-kebaikan sederhana yang dilakukan secara konsisten. 

(m/azd)