“Jangan Kembali ke Jalan Setan” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih Nasehati 3 Warga Binaan Rutan Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Kesalahan di masa lalu bukan akhir dari segalanya. Ini adalah kesempatan untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan menjauhi bisikan yang menyesatkan. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fatma Kurnianingsih, dalam kegiatan penyuluhan di Rutan Kelas IIB Banjarnegara khusus warga binaan wanita pada Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini diikuti 3 orang warga binaan. Mengangkat tema “Jauhi Langkah-Langkah Tipuan Syaitan”, Fatma mengajak peserta untuk memahami bagaimana syaitan menjerumuskan manusia sedikit demi sedikit.”Allah sudah mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 168, Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Syaitan tidak langsung menyuruh berbuat dosa besar. Dia mulai dari yang kecil,” jelas Fatma.

Ia memaparkan 4 langkah tipuan syaitan yang harus diwaspadai. Pertama, membisikkan rasa putus asa. “Syaitan bilang, kamu sudah kotor, sudah tidak ada harapan. Padahal pintu taubat Allah selalu terbuka 24 jam.” Paparnya.

Kedua, menganggap dosa kecil itu sepele. “Dari telat salat, gibah, sampai bohong kecil. Lama-lama jadi kebiasaan dan mengantarkan ke dosa besar” lanjutnya.

Ketiga, membungkus maksiat dengan alasan. “Misalnya, pinjol demi anak, judi demi cari uang cepat, atau menipu demi bertahan hidup. Itu semua jerat agar kita jauh dari rezeki halal.” Terangnya.

Keempat, membuat lupa akhirat. “Syaitan membuat kita hanya mikir dunia. Lupa bahwa ada hisab, ada surga dan neraka. Padahal hidup di dunia hanya sebentar.” Tegasnya.

Fatma berpesan agar masa di rutan dijadikan momentum hijrah. “Perbanyak istighfar, salat, baca Al-Qur’an, dan mendekat ke Allah. Niatkan keluar nanti jadi pribadi yang lebih baik. Jangan mau kembali ke lingkaran lama yang menjerumuskan.” Tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Diharapkan 3 warga binaan wanita Rutan Kelas IIB Banjarnegara dapat mengambil hikmah, menjauhi langkah tipuan syaitan, dan keluar sebagai pribadi yang bertakwa serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

(n/azd)