Banjarnegara – Pembelajaran Matematika di kelas 5D MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) berlangsung dengan cara yang unik, seru, dan penuh kreativitas. Pada materi bangun ruang yang difokuskan pada pengenalan bangun datar segitiga dan berbagai macam segi empat, guru mengemas pembelajaran melalui praktik langsung membuat kue yang diberi nama “Terciah”.(10/1)
Kegiatan ini sengaja dirancang berbasis praktik agar siswa dapat memahami konsep bangun datar secara nyata tanpa harus menghafal dari buku. Melalui aktivitas memasak sederhana, siswa diajak membentuk berbagai jenis segitiga dan segi empat, seperti segitiga sama sisi, persegi, dan persegi panjang, menggunakan adonan kue yang telah disiapkan.
Kue yang dibuat diberi nama “Terciah”, hasil dari ide kreatif siswa kelas 5D. Vivi, salah satu siswa, menjelaskan bahwa nama Terciah merupakan singkatan dari tiga bahan dasar utama, yaitu terigu, aci, dan buah. “Kami menamakan kue ini Terciah karena bahannya dari terigu, aci, dan buah. Jadi mudah diingat dan khas buatan kelas 5D,” ujarnya dengan bangga.
Proses pembuatan kue dilakukan dengan dua teknik, yaitu dipanggang dan digoreng. Sebelum dimasak, siswa membentuk adonan menjadi berbagai bangun datar sesuai materi yang dipelajari. Dari kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal nama bangun datar, tetapi juga memahami ciri-cirinya, seperti jumlah sisi dan sudut, melalui pengalaman langsung.
Selain membantu pemahaman materi Matematika, kegiatan ini juga terbukti mampu meningkatkan kreativitas dan ide siswa. Mereka bebas berkreasi menentukan bentuk, ukuran, dan variasi kue, serta inovasi toping pada kue bahkan saling bertukar ide dengan teman-temannya.
Mereka merasa senang karena dapat belajar sambil bermain masak-masakan, sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan tidak membosankan.
Guru kelas 5D menyampaikan bahwa pembelajaran kontekstual seperti ini membuat materi lebih membekas di ingatan siswa. “Anak-anak akan lebih mudah mengingat berbagai bentuk segitiga dan segi empat karena mereka pernah membuatnya sendiri dalam bentuk kue. Selain itu, kreativitas dan ide mereka juga berkembang,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, siswa kelas 5D MIFABARA tidak hanya memahami konsep bangun datar, tetapi juga belajar berkreasi, bekerja sama, dan menikmati proses belajar yang bermakna. Pembelajaran inovatif ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap Matematika.(nas)







