Banjarnegara – Pembelajaran di MIFABARA tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Kelas 5C bersama wali kelas, Nani , menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik melalui tugas kegiatan libur dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Peserta didik tidak hanya diminta memahami nilai-nilai Pancasila secara teori, tetapi juga mengaktualisasikannya melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat.
Dalam tugas tersebut, siswa kelas 5C diminta mengikuti kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Mereka didorong untuk menunjukkan partisipasi secara aktif, baik sebagai petugas maupun peserta. Bagi siswa yang mendapatkan kesempatan menjadi pembawa acara, pembaca Al-Qur’an, pembaca salawat, pengisi acara, petugas perlengkapan, maupun tugas lainnya, diharapkan menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, siswa yang berpartisipasi sebagai peserta juga diarahkan untuk mengikuti kegiatan dengan tertib, menghormati orang lain, menjaga kebersihan lingkungan, serta menunjukkan sikap santun selama kegiatan berlangsung.
Menurut wali kelas 5C, Nani, tugas tersebut menjadi salah satu cara menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. Anak-anak belajar bahwa nilai yang mereka pelajari di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui nilai Pancasila dan konsep KBC dari buku. Mereka perlu mengalami dan mempraktikkannya secara langsung. Melalui kegiatan Maulid Nabi di lingkungan tempat tinggal, anak belajar berpartisipasi, bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai orang lain, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” tutur Nani.
Dari sisi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menumbuhkan berbagai nilai cinta. Anak belajar cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melalui kegiatan keagamaan dan kecintaan terhadap ajaran Nabi Muhammad saw. Mereka juga belajar mencintai sesama manusia melalui sikap menghormati, membantu, bekerja sama, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Nilai cinta terhadap lingkungan juga dapat tumbuh ketika siswa ikut menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan. Sementara itu, cinta terhadap bangsa dan negara diwujudkan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
menjadi pelajar bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik, tetapi bagaimana memberikan manfaat di tengah masyarakat.(nas)







