Banjarnegara – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2B Fullday MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) berlangsung aktif dan menyenangkan. Pada pembelajaran kali ini, peserta didik belajar memahami serta mempraktikkan penggunaan huruf kapital yang benar dan tepat dalam kalimat.(24/9)
Didampingi wali kelas Eka Nurhasanah, peserta didik diajak mengenali berbagai penggunaan huruf kapital, seperti pada awal kalimat, nama orang, nama tempat, nama hari, dan nama bulan. Materi disampaikan melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga murid lebih mudah memahami aturan sekaligus mempraktikkannya.
Tidak sekadar menghafalkan aturan, murid juga dilibatkan dalam aktivitas menemukan kesalahan penulisan dan memperbaikinya. Mereka belajar mengamati, berdiskusi, mencoba, serta menyampaikan jawaban di hadapan teman-temannya. Kegiatan ini sekaligus melatih ketelitian, keberanian, kemandirian, dan kemampuan berkomunikasi.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MIFABARA. Nilai-nilai Panca Cinta dihadirkan dalam proses belajar melalui suasana pembelajaran yang menghargai setiap anak, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu, serta membangun kepedulian terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan.
Wali kelas 2B Fullday, Eka Nurhasanah, menyampaikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2 diarahkan agar anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kebiasaan positif dalam belajar.
“Kami ingin anak-anak belajar dengan hati yang senang. Ketika mereka belajar teliti menulis huruf kapital, mereka juga belajar mencintai ilmu, menghargai karya sendiri, dan berani memperbaiki kesalahan. Jadi, pembelajaran tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga membangun kebiasaan baik,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menegaskan bahwa KBC menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang menyentuh aspek pengetahuan sekaligus karakter.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa pendidikan harus mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap ilmu, terhadap dirinya, terhadap sesama, dan terhadap lingkungan. Pembelajaran sederhana sekalipun dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai tersebut,” ungkapnya.
Melalui pembelajaran huruf kapital, murid kelas 2B Fullday tidak hanya belajar bagaimana menulis dengan benar, tetapi juga belajar bahwa ketelitian adalah bagian dari sikap menghargai ilmu. Kesalahan tidak menjadi sesuatu yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik.(nas)







