Banjarnegara – Suasana berbeda tampak di kelas 2A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada pembelajaran Matematika, Rabu kemarin. Untuk meningkatkan semangat belajar murid, guru menghadirkan permainan edukatif yang terinspirasi dari konsep Clash of Champions. Kegiatan ini dirancang agar pembelajaran Matematika tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga melatih daya ingat, kerja sama tim, konsentrasi, dan kemampuan berpikir kritis.(5/8)
Sebelum permainan dimulai, murid dibagi menjadi beberapa kelompok melalui sistem undian. Cara ini dilakukan untuk melatih kemampuan murid bekerja sama dengan teman yang berbeda kelompok serta menumbuhkan sikap sportivitas sejak awal permainan.
Permainan berlangsung dalam tiga sesi yang saling berkaitan. Pada sesi pertama, Memorize, perwakilan setiap kelompok maju ke depan kelas untuk menghafalkan deretan angka yang telah ditempelkan guru. Mereka diberi waktu selama 30 detik untuk mengamati dan mengingat angka-angka tersebut sebelum kembali ke kelompok masing-masing.
Memasuki sesi kedua, Recall, setiap kelompok menerima lembar soal yang harus diselesaikan berdasarkan angka-angka yang telah dihafalkan pada sesi sebelumnya. Murid saling berdiskusi untuk mengingat kembali informasi yang diperoleh sekaligus menentukan jawaban yang tepat.
Sementara itu, pada sesi terakhir, Exam, setiap kelompok kembali dihadapkan pada tantangan yang lebih menantang. Dengan konsep yang sama seperti sesi Recall, murid mengerjakan soal yang berbeda sehingga mereka dituntut untuk berpikir lebih teliti, cepat, dan tepat dalam menuliskan jawaban.
Melalui permainan tersebut, suasana kelas menjadi lebih hidup. Murid terlihat antusias berdiskusi, saling membantu mengingat angka, serta berusaha menyelesaikan setiap tantangan dengan penuh semangat. Pembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan juga mampu meningkatkan kepercayaan diri murid untuk berani menyampaikan pendapat dan bekerja sama dalam tim.
Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan guru sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
“Pembelajaran akan lebih bermakna ketika murid terlibat secara langsung dalam proses belajar. Permainan edukatif seperti ini mampu melatih kemampuan berpikir, mengingat, bekerja sama, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Kami terus mendorong guru untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif sehingga murid belajar dengan gembira tanpa mengurangi esensi materi yang dipelajari,” ujar Wahyul Khomisah.
Guru kelas 2A, Nony Adelia Azahra, menjelaskan bahwa konsep permainan dipilih agar murid lebih mudah memahami materi Matematika melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Konsep permainan ini kami adaptasi agar murid tidak hanya menghafal atau menghitung, tetapi juga belajar berkonsentrasi, berdiskusi, menyusun strategi, dan mengambil keputusan bersama. Ketika belajar dikemas seperti sebuah tantangan, murid menjadi lebih antusias mengikuti setiap sesi. Harapannya, mereka semakin percaya diri dan menyadari bahwa Matematika adalah pelajaran yang menyenangkan,” jelas Nony sapaan beliau.
Salah satu murid kelas 2A, Isco mengaku sangat menikmati pembelajaran tersebut karena terasa seperti mengikuti sebuah kompetisi.
“Belajarnya seru sekali karena kami harus menghafal angka, bekerja sama dengan kelompok, lalu menjawab soal bersama. Kami jadi semangat dan ingin mencoba permainan seperti ini lagi pada pelajaran berikutnya,” ungkap Isco.
Melalui pembelajaran yang inovatif dan interaktif, MIMAU terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter murid yang kreatif, komunikatif, mampu bekerja sama, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (NF)







