Banjarnegara – Belajar pecahan dari sebuah roti merupakan sesuatu yang menarik. Itulah yang diterapkan guru MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada pelajaran Matematika materi pecahan. Pembelajaran dengan metode eksperimen, dimana siswa menguji hasil pecahan tersebut dari sebuah roti. (24/10).
Pembelajaran berlangsung di kelas IV B dengan peserta siswa kelas IV B. Walikelas IV B, Andira Yufita menjelaskan metode eksperimen yang diterapkan supaya siswa mudah memahami materi pecahan yang mayoritas menyebutnya sulit dipelajari.
“Metode ini diterapkan agar siswa mudah memahami materi pecahan karena banyak yang bilang materi ini sulit dipelajari”, jelasnya.
Lanjut, Walikelas IV B menyampaikan tujuannya agar siswa lebih paham materi dan mampu membedakan pecahan jika dilakukan dengan metode eksperimen.
“Agar siswa lebih memahami materi pecahan ini dan juga siswa bisa membedakan pecahan dengan metode eksperimen”, ujarnya.
Media yang diperlukan untuk pembelajaran adalah roti, pisau roti, dan plastik tempat roti. Pembelajaran dimulai saat guru menjelaskan materi pecahan, kemudian siswa menyiapkan roti yang sudah dibawa masing-masing, setelah itu guru menginstruksikan pecahan yang akan dicoba, setelah disebutkan siswa memotong roti sesuai pecahan yang disebutkan guru. Memotong roti harus sama dengan pecahan yang disebutkan. Dengan potongan tersebut guru dapat mengamati apakah potongannya sesuai atau tidak.
Aleesha Raya, siswa kelas IV B menyampaikan antusiasnya mempelajari pecahan dengan media roti tersebut, karena baginya menyenangkan bisa memahami pecahan dengan potongan roti yang dibuat sendiri.
“Senang sekali karena bisa memahami pecahan dari potongan roti yang dibuat sehingga menjadi pecahan yang sesuai”, ujarnya.
Metode ini diharapkan mampu memudahkan siswa mempelajari materi pecahan, karena siswa lebih paham melalui eksperimen secara langsung. (RF).







