Belajar Pecahan Jadi Lebih Segar, Buah-buahan Warnai Pembelajaran Matematika di Kelas 5D MIFABARA

Banjarnegara – Suasana belajar di kelas 5D MIFABARA tampak berbeda pada pelajaran Matematika kali ini. Bukan deretan angka di papan tulis yang mendominasi, melainkan warna-warni buah-buahan segar yang menjadi media pembelajaran. Di bawah bimbingan Nani, sang wali kelas, murid-murid diajak memahami konsep pecahan melalui kegiatan yang menyenangkan dan nyata.(29/10)

Dalam pembelajaran bertema “Fraction with Fruits”, Nani menghadirkan berbagai buah seperti mentimun, bengkoang, jambu air, nanas, dan buah lainnya. Satu per satu buah dibagi menjadi beberapa bagian sesuai konsep pecahan. Anak-anak tampak antusias ketika melihat langsung bagaimana setengah, seperempat, hingga tiga perempat dapat dijelaskan lewat potongan buah. “Belajar pecahan jadi terasa nyata. Anak-anak bisa melihat dan menyentuh langsung konsep yang mereka pelajari,” ujar Nani.

Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti di pelajaran Matematika saja. Dengan kreativitasnya, Nani mengintegrasikan pembelajaran tersebut ke dalam Bahasa Inggris dan literasi. Setiap murid diminta menyebutkan nama buah dalam Bahasa Inggris seperti cucumber, jicama, water apple, dan pineapple,  serta menuliskan kalimat sederhana tentang manfaat dan kandungan gizi buah tersebut.

Integrasi lintas pelajaran ini membuat murid belajar banyak hal sekaligus: berhitung, memperkaya kosa kata Bahasa Inggris, sekaligus melatih kemampuan menulis informatif. “Saya jadi tahu kalau pineapple mengandung vitamin C dan cucumber bisa menyehatkan kulit,” ungkap salah satu murid dengan wajah ceria.

Menurut Nani, pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar yang alami. “Saya ingin anak-anak menyadari bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Dengan benda-benda di sekitar kita, mereka bisa belajar sambil bermain dan tetap memahami konsep,” tuturnya.

Sebagai penutup kegiatan, buah-buahan yang telah dipotong kemudian diolah menjadi rujak segar. Murid dan guru pun menikmati hasil pembelajaran mereka bersama-sama. Suasana kelas pun berubah menjadi penuh tawa dan keakraban. “Kegiatan ini bukan hanya soal matematika, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dan rasa kebersamaan antara guru dan murid,” ujar Nani bahagia.

Kepala Madrasah Durotun Nafisah turut mengapresiasi kreativitas tersebut. “Kegiatan seperti ini menggambarkan pembelajaran yang hidup. Anak-anak belajar dengan gembira, dan itu adalah kunci dari pendidikan bermakna,” ucapnya.

Dengan cara sederhana namun bermakna, MIFABARA terus menumbuhkan semangat belajar yang segar  semanis rujak buah yang mereka nikmati bersama.(nas)

Skip to content