Belajar Tak Harus di Kelas, Murid MIFABARA Jelajahi Wisata Lokal Banjarnegara Lewat Outdoor Learning

Banjarnegara – Suasana belajar yang berbeda dirasakan murid MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) saat mengikuti pembelajaran luar kelas (outdoor learning) di salah satu taman wisata lokal di Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang menghadirkan pengalaman belajar lebih menyenangkan, kontekstual, dan bermakna.(1/8)

Di bawah pendampingan guru, murid diajak belajar sambil menikmati suasana alam yang asri. Berbagai aktivitas pembelajaran dikemas secara interaktif melalui pengamatan lingkungan, diskusi kelompok, permainan edukatif, hingga refleksi bersama. Suasana baru membuat murid lebih antusias, aktif bertanya, dan berani mengemukakan pendapat.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan penyegaran setelah rutinitas belajar di dalam kelas, tetapi juga mengenalkan potensi wisata lokal yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara. Murid diajak memahami bahwa daerah tempat tinggal mereka memiliki banyak destinasi wisata yang indah, nyaman, dan layak untuk dibanggakan. Dengan mengenal wisata lokal sejak dini, diharapkan tumbuh rasa cinta terhadap daerah sendiri sekaligus semangat untuk ikut menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberadaannya.

Melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), murid memperoleh kesempatan untuk menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Mereka belajar mengamati, menganalisis, berkomunikasi, bekerja sama, serta menghargai lingkungan sebagai sumber belajar yang kaya akan pengetahuan.

Salah satu murid MIFABARA, Chalinda, mengungkapkan rasa bangganya mengenal wisata daerah sendiri.

“Belajar di taman membuat kami lebih semangat. Sekarang saya jadi lebih mengenal dan bangga dengan wisata Banjarnegara.”Ungkapnya.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah,  menyampaikan bahwa lingkungan sekitar merupakan laboratorium belajar yang tidak kalah penting dibandingkan ruang kelas.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Ketika anak-anak belajar langsung di alam dan mengenal potensi daerahnya sendiri, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, kreativitas, serta kecintaan terhadap Banjarnegara. Inilah salah satu cara kami membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan bangga terhadap daerahnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan outdoor learning, MIFABARA terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Belajar tidak lagi terbatas oleh dinding kelas, tetapi dapat dilakukan di mana saja. Dengan memanfaatkan wisata lokal sebagai ruang belajar, murid memperoleh pengalaman yang lebih nyata, memperluas wawasan, serta semakin mencintai lingkungan dan kekayaan daerah yang mereka miliki.(nas)

Skip to content