Banjarnegara – Kegiatan menyiram tanaman di MIFABARA memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar memberikan air. Dengan bimbingan guru, murid diajak merawat tanaman dengan penuh kasih sayang, mengawali kegiatan dengan doa, serta menyadari bahwa setiap tumbuhan adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki hak untuk tumbuh dan hidup dengan baik.(1/8)
Sebelum menyiram tanaman, guru mengajak seluruh murid memanjatkan doa agar tanaman yang dirawat dapat tumbuh subur, memberikan manfaat, dan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian alam. Murid juga diajak menyapa tanaman dengan kata-kata yang baik sebagai bentuk penghormatan terhadap ciptaan Allah dan menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan.
Di sela-sela kegiatan, guru mengajak murid melakukan refleksi sederhana yang menyentuh hati.
“Anak-anak, bagaimana kalau kita yang menjadi tanaman ini? Saat cuaca panas, kehausan, tidak ada yang menyiram, tidak ada yang merawat, bahkan dibiarkan layu. Tentu kita akan merasa sedih. Karena itu, mari kita rawat tanaman dengan penuh kasih, sebagaimana kita juga ingin diperhatikan dan disayangi.”terangnya.
Refleksi tersebut mengajak murid memahami arti empati melalui sudut pandang yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan membayangkan diri berada pada posisi tanaman, murid belajar bahwa setiap makhluk hidup membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian.
Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa pendidikan karakter akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa mencintai lingkungan adalah bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Ketika mereka menyiram tanaman dengan doa, kasih sayang, dan penuh tanggung jawab, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi pribadi yang beriman, berempati, dan peduli terhadap seluruh ciptaan-Nya. Inilah nilai yang terus kami tanamkan di MIFABARA,” tuturnya.
Salah seorang murid mengungkapkan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Sekarang saya tahu kalau tanaman juga harus dirawat. Saya ingin rajin menyiram tanaman di rumah agar tetap hijau dan bermanfaat.”Ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MIFABARA tidak hanya mengajarkan cara merawat tumbuhan, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab kepada seluruh ciptaan Allah SWT. Dari setetes air yang diberikan dengan penuh keikhlasan, tumbuh karakter murid yang mencintai lingkungan, bersyukur atas nikmat-Nya, serta memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan amanah sebagai khalifah di muka bumi.(nas)







