Benteng Pengasuhan Islam: Penyuluh KUA Pagentan Gugah Kesadaran Wali Murid TK Pertiwi Buah Hati Aribaya

Banjarnegara (Humas) – Penyuluhan agama Islam terus digalakkan hingga ke lapisan masyarakat paling dasar demi memperkuat pendidikan karakter anak sejak dini. Kelompok Majelis Taklim (MT) Al-Ummahatush Shalihah Aribaya menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, pada Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di ruang kantor TK Pertiwi Buah Hati Aribaya ini diikuti oleh 22 orang jamaah yang merupakan para ibu wali siswa. Pertemuan kali ini mengangkat tema yang menyentuh hati sekaligus penuh peringatan, yaitu Ketika Buah Hati Menjadi Musuh di Hari Pembalasan.

Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan agama yang utuh. Anak tidak hanya merupakan amanah dan perhiasan dunia, tetapi bisa menjadi penuntut di akhirat jika diabaikan keimanannya.

“Anak bisa menjadi pembebas kita dari api neraka, namun sebaliknya, mereka juga bisa menjadi musuh yang menuntut orang tuanya di hari pembalasan kelak jika kita lalai menanamkan tauhid dan akhlakul karimah. Memanjakan anak dengan materi tanpa membekalinya dengan benteng agama adalah bentuk pembiaran yang sangat berbahaya,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.

Materi tersebut mendapat respons hangat dan antusiasme tinggi dari para peserta. Kehadiran penyuluh agama dianggap memberi warna baru dan pemahaman yang lebih dalam mengenai tantangan pengasuhan anak di era modern.

Ketua MT Al-Ummahatush Shalihah yang sekaligus menjabat sebagai Kepala TK Pertiwi Buah Hati Kasmaran, Irfa Aryanti, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin bersama KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan dari KUA Pagentan. Tema yang dibawakan Pak Syaiful benar-benar menjadi pengingat dan tamparan positif bagi kami para orang tua. Harapan kami, kegiatan penyuluhan seperti ini bisa rutin dilaksanakan agar para wali murid memiliki bekal spiritual yang kuat dalam mendidik anak-anak di rumah,” ungkap Irfa.

Melalui kegiatan bimbingan ini, KUA Pagentan berharap kesadaran kolektif antara pihak sekolah, orang tua, dan penyuluh agama dapat terus terjalin demi melahirkan generasi yang saleh dan terhindar dari fitnah dunia maupun akhirat. 

(msa/azd)