Banjarnegara (Humas) – Upaya membangun keluarga yang kuat dan melindungi generasi dari berbagai tantangan moral terus digaungkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar. Melalui kegiatan penyuluhan bersama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kelompok 1, pesan ini disampaikan secara langsung kepada masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan di rumah Ibu Khotimah, Dusun Karanggondang, Desa Karanggondang, Kamis (16/4/2026), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam Fungsional, Duwi Rohmah.
Dalam penyampaiannya, Duwi menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk keluarga yang kuat dan melahirkan generasi yang berkualitas. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus menjadi teladan serta pendamping utama bagi anak, termasuk dalam memastikan pendidikan anak tetap menjadi prioritas utama.
“Pendidikan anak harus diutamakan. Jangan sampai anak putus sekolah atau menikah dini karena kurangnya perhatian dan pendampingan orang tua,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dari hal-hal yang dapat merusak masa depan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)
Selain itu, ia menguatkan dengan QS An-Nisa ayat 9 tentang pentingnya tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara iman, ilmu, mental, maupun ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Duwi juga menyoroti persoalan pernikahan dini. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2024, Desa Karanggondang sempat menempati peringkat pertama angka pernikahan dini di Kecamatan Karangkobar.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Semoga ke depan tidak terulang lagi, dan anak-anak kita bisa tumbuh dengan pendidikan yang baik serta masa depan yang lebih cerah,” harapnya.
Sementara itu, Pendamping PKH Karangkobar, Eko Nuryati, turut menguatkan bahwa PKH tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga, khususnya dalam hal pendidikan dan kesejahteraan anak.
“Melalui pertemuan rutin PKH, kami terus mengingatkan pentingnya pendidikan anak, kesehatan, serta peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak agar menjadi generasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi tentang peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah perkembangan zaman, termasuk pentingnya pengawasan pergaulan dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini.
“Kita tidak bisa hanya menyuruh anak menjadi baik, tetapi harus memberi contoh dan hadir dalam kehidupan mereka,” tambah Duwi.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun keluarga sakinah serta menjaga generasi agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sehingga selamat dunia dan akhirat.
(dr/azd)







