Berkoordinasi Guna Berantas Buta Huruf, Yuniyati Bekerja Sama dengan Para Guru BTQ

Banjarnegara – Mengenyam pendidikan di lingkup madrasah memiliki kelebihan yang tiada tanding. Selain siswa dibekali dengan pengetahuan umum, di madrasah siswa juga dipupuk dengan pendidikan agama. Salah satu ilmu agama yang sangat penting dikuasai adalah membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Di MTs Negeri 1 Banjarnegara ada 1 mata pelajaran muatan lokal yang berfokus pada pembacaan Al-Quran yaitu BTQ (Baca Tulis Quran).

Rabu (21/9) para guru BTQ MTs Negeri 1 Banjarnegara mengadakan koordinasi berkait dengan rencana mendeteksi siswa kelas 7 yang belum bisa membaca Al-Quran. Siswa yang belum bisa membaca Al-Quran harus dideteksi sejak dini, supaya segera diatasi dan dibebaskan dari buta huruf hijaiyah. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Yuniyati, wakil kepala urusan kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara.

“Besar harapan orang tua siswa yang menginginkan anak-anaknya bisa membaca Al-Quran dengan baik. Untuk menyukseskan harapan tersebut maka kita perlu mengupayakan bagaimana caranya supaya semua siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara setelah lulus bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Sebagai guru madrasah kita wajib membebaskan siswa dari belenggu buta huruf hijaiyah,” turur Yuniyati.

Koordinasi yang dilaksanakan di masjid Darul Ulum ini diikuti oleh para guru BTQ dan beberapa ustadz dari balai dakwah Banjarnegara. Mereka saling bersinergi merencanakan teknis mendeteksi siswa yang masih belum bisa membaca Al-Quran. Sangat disayangkan apabila siswa lulus dari MTs Negeri 1 Banjarnegara masih belum bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Rencananya tes baca Al-Quran guna mendeteksi siswa yang buta huruf hijaiyah ini akan dilaksanakan Sabtu mendatang. Yuniyati juga menyampaikan teknis pelaksanaannya. Para guru BTQ siap sedia untuk mengantarkan para siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara ke pintu kalam mulia yaitu Al-Quran. (rin/ak)

Bagikan :
Translate ยป