Banjarnegara (Humas) – PGRI Kabupaten Banjarnegara melalui bidang pengembangan karier dan profesi guru, pendidik dan tenaga kependidikan menggelar seminar internasional bertajuk Joyful Learning Seminar dengan tema Happy teachers, excellent students.
Dilaksanakan pada (15/2) seminar menghadirkan dua narasumber yakni Prof. Manasori Fakui dari Center for University Education, Iwate Prefectural University, Jepang, serta Dr. Subuh Anggoro selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara dan Yuniyati turut hadir sebagai panitia juga peserta dalam kegiatan seminar yang diikuti oleh lebih dari 200 orang peserta.
Dalam keterangannya, Linara mengaku sangat bersyukur dapat turut serta menyukseskan penyelenggaraan seminar yang pertama digelar oleh kepengurusan baru PGRI kabupaten Banjarnegara.
“Alhamdulillah, saya dapat turut serta dalam penyelenggaraan seminar ini karena seminar ini dilaksanakan oleh bidang pengembangan karier dan profesi guru pendidik dan tenaga kependidikan di mana APKS ada di dalamnya,” terang Linara.
Yuniyati yang juga merupakan bendahara Perempuan PGRI menyampaikan antusiasnya mengikuti kegiatan seminar.
“Sebagai guru tentu harus terus meningkatkan kompetensi profesional kita agar lebih handal dan terampil dalam mengembangkan model pembelajaran serta mengelola kelas dengan efektif. Saya yakin, ilmu yang diberikan oleh Prof. Manasori dan Dr. Subuh akan sangat bermanfaat dalam menciptakan kelas yang lebih interaktif dan inovatif,” ucap Yuniyati.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Manasori Fakui menjelaskan bahwa di Jepang, guru tidak memiliki kewenangan untuk memaksa siswa dalam belajar. Namun, keberhasilan pendidikan di Jepang banyak dipengaruhi oleh budaya keluarga yang kuat, yang turut berperan dalam membentuk karakter anak.
“Peran keluarga sangat menentukan dalam membangun kedisiplinan dan karakter siswa. Oleh karena itu, sekolah harus mampu berkomunikasi dengan keluarga agar proses sinergi pendidikan lebih optimal,” terang Prof. Manasori Fakui.
“Sekolah di Jepang lebih menekankan pada pengembangan karakter dan kemandirian siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dr. Subuh Anggoro menjelaskan bahwa pendekatan Joyful Learning dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif sangatlah penting.
“Ketika seorang guru merasa bahagia dalam mengajar, maka energi positif itu akan tersalurkan kepada siswa. Mereka akan lebih mudah menerima materi pelajaran dan lebih termotivasi untuk belajar,” jelasnya.
Kegiatan Joyful Learning Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab, sharing dan foto bersama. (LIN)







