Banjarnegara (Humas) – Program Pemberian Obat cacing pada anak adalah salah satu program Pemerintah yang wajib dilaksanakan. Idealnya pemberian obat cacing dilakukan satu tahun 2 kali, atau enam bulan sekali, yang bertujuan untuk membebaskan atau menurunkan angka penyakit kecacingan pada anak usia prasekolah dan anak usia sekolah melalui pemberian obat cacing terintegrasi. Pemberian Obat cacing ini dilaksanakan di Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU), di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).
Adalah MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pun juga melaksanakan kegiatan tersebut yaitu pemberian obat cacing kepada seluruh peserta didik, baik dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan mencegah penyakit cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka pada Jumat lalu. (14/2)
Kegiatan ini melibatkan tim medis dari UPTD Puskesmas Banjarnegara 2 yang bekerja sama dengan pihak madrasah untuk membagikannya dan memastikan seluruh peserta didik mendapatkan obat cacing semua.
Obat cacing tersebut dibagikan oleh wali kelas masing-masing dan sebelumnya wali kelas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk cacingan.
Nuri Fatimah, selaku Wali kelas 2A MIMAU menjelaskan pentingnya mengkonsumsi obat cacing secara rutin 6 bulan sekali serta penerapan PHBS.
“anak-anak..sebelum dibagikan obat cacing ini, akan dijelaskan beberapa hal dulu yaitu yang pertama tentang tanda dan gejala cacingan, kedua cara mencegah cacingan, selanjutnya cara atau aturan minum obat cacing, terakhir hindari diri dari sumber penularan cacingan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau yang biasa kita kenal dengan singkatan PHBS. Bisa kita terapkan bersama-sama ya,,?,” tanya Nuri dengan penuh semangat agar anak-anak pun semangat minum obat yang dibagikan demi kesehatan mereka.
Setelah itu para peserta didik diberikan obat cacing satu per satu. Obat cacing ini bertujuan untuk membasmi cacing yang mungkin ada dalam tubuh peserta didik dan mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut. Pemberian obat ini dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan dosis yang tepat dan menghindari efek samping.
Kepala madrasah Wahyul Khomisah pun juga mengungkapkan pentingnya kegiatan ini untuk kesehatan anak-anak.
“Kesehatan peserta didik adalah prioritas utama kami. Dengan kegiatan pemberian obat cacing ini, kami berharap bisa memastikan bahwa seluruh peserta didik dalam kondisi sehat dan siap untuk belajar dengan optimal,” tegas Wahyul menyampaikan secara umum melalui grup WhatsApp (WA) wali murid MIMAU.
Beberapa orang tua peserta didik juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Salah satu orang tua siswa Azmia Zayda kelas 2A, mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan ini.
“Kesehatan anak-anak adalah hal yang sangat penting, dan saya merasa senang pihak madrasah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat cacing secara rutin 6 bulan sekali,” jawab Istinganah melalui grup WA wali murid MIMAU.
Kegiatan pemberian obat cacingan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Banjarnegara. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi contoh baik bagi madrasah-madrasah lain dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. (NF)







