Banjarnegara – Suasana sore di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) tampak penuh kedamaian. Seusai bel pulang berbunyi, siswi-siswi kelas 5D Muslimah tidak langsung berlarian menuju gerbang, melainkan berbaris rapi di kelas. Dengan tertib dan senyum, mereka menunggu giliran untuk menyalami guru mereka, Nani, sebelum meninggalkan kelas dan madrasah. Tradisi ini telah menjadi budaya khas yang terus dijaga di kelas 5D sebagai wujud penghormatan kepada guru sekaligus latihan kedisiplinan.(29/10)
Menurut Nani, wali kelas 5D, kegiatan salim dan antri bukan hanya rutinitas, melainkan bentuk pendidikan karakter yang nyata. “Saya ingin anak-anak belajar menghargai waktu, bersabar, dan saling menghormati. Lewat budaya antri salim, mereka menutup hari dengan adab dan rasa syukur,” tuturnya.
Budaya antri sendiri memiliki filosofi mendalam. Dalam Islam dan nilai-nilai sosial, antri mengajarkan kesabaran, keadilan, dan menghormati hak orang lain. Dengan menunggu giliran tanpa saling mendahului, siswa dilatih untuk menekan ego, memahami pentingnya ketertiban, dan menghargai kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter tangguh dan berakhlak mulia.
Salah satu siswi, Qofisa, merasa senang menjalankan kebiasaan ini. “Kalau salim dulu ke Ustadzah Nani rasanya tenang, seperti pamit ke orang tua sendiri,” ujarnya dengan tulus.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menilai budaya antri salim sebagai praktik pendidikan yang sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi beradab. “Nilai disiplin, sopan santun, dan kesabaran tidak cukup diajarkan lewat teori. Harus dibiasakan dalam tindakan nyata seperti ini,” ungkapnya.
Respon positif juga datang dari para orang tua. Ida, salah satu wali murid, merasa terharu melihat perubahan sikap anaknya. “Sekarang anak saya lebih sabar, kalau di rumah pun sudah terbiasa antri dan selalu salim kalau berangkat atau pulang,” katanya bangga.
Melalui budaya antri salim, kelas 5D MIFABARA tidak hanya mengajarkan tata krama, tetapi juga menanamkan filosofi hidup: bahwa kesopanan dan kedisiplinan adalah kunci untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mencintai ketertiban.(nas)







