Banjarnegara — Upaya menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar terus digencarkan. Salah satunya melalui seminar bertema “Membangun Budaya Transportasi yang Aman dan Berkelanjutan untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan” yang digelar di Aula Jenderal Sudirman, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Tengah, pada Rabu (29/10).
Kegiatan yang diikuti 150 peserta dari berbagai sekolah, termasuk perwakilan MAN 2 Banjarnegara, ini menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Citra Dewi Saeful — Juara II Tingkat Nasional Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Banjarnegara yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Drs. Tulus Sugiharto, M.Si., menekankan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan budaya tertib di jalan. “Pelajar adalah agen perubahan. Tertib lalu lintas harus dimulai dari kesadaran diri dan kepedulian terhadap keselamatan bersama,” ujarnya.
Materi inti disampaikan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banjarnegara, AKP Rohmat Setyadi, S.H. Ia mengungkapkan bahwa angka kecelakaan tertinggi di Banjarnegara banyak melibatkan pelajar. “Keselamatan berkendara bukan hanya tentang kemampuan mengemudi, tapi tentang sikap disiplin dan tanggung jawab di jalan,” tuturnya.
Citra Dewi Saeful turut memotivasi peserta melalui kisahnya selama menjadi pelajar pelopor keselamatan. “Menjadi pelopor itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang mau belajar dan berani berproses,” ungkapnya. Ia juga berbagi pandangan tentang pentingnya penggunaan transportasi umum sebagai langkah kecil mengurangi polusi dan risiko kecelakaan.
Kepala MAN 2 Banjarnegara, Prihantoro Achmad, memberikan apresiasi atas kesempatan belajar yang berharga tersebut. “Kami bangga siswa kami dapat mengikuti kegiatan positif ini. Kegiatan seperti ini membentuk karakter pelajar yang peduli dan bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, guru pendamping MAN 2 Banjarnegara, R. Krisna Dara Alifa Zulfirman, menilai seminar ini sangat relevan dengan kehidupan pelajar masa kini. “Kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang pentingnya keselamatan dan etika di jalan. Semoga mereka bisa menjadi teladan di lingkungan sekolah,” tutupnya. (ta)







