Banjarnegara — KUA Karangkobar bekerja sama dengan Puskesmas menggelar Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) di Balai Nikah KUA Karangkobar dengan tema “Membangun Keluarga Sakinah, Wujudkan Generasi Berkualitas”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Serius Cegah Stunting) Kemenag Banjarnegara, yang bertujuan menyiapkan calon pengantin secara lahir dan batin, pada hari Kamis, 12 Juni 2025.
Sebanyak 8 pasang calon pengantin hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Materi disampaikan oleh dua narasumber dari dua instansi berbeda, yaitu dari KUA Karangkobar dan Puskesmas Karangkobar.
Dari unsur Kementerian Agama, Duwi Rohmah, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Karangkobar, menyampaikan materi “5 Pilar Keluarga Sakinah” dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh para peserta.
“Lima pilar keluarga sakinah yang dimaksud adalah: pertama, suami dan istri sama-sama meyakini bahwa dalam perkawinan keduanya adalah berpasangan (zawaj); kedua, memegang teguh perkawinan sebagai janji yang kokoh (mitsaqan ghalizhan); ketiga, saling memperlakukan pasangannya secara bermartabat (mu’asyarah bil-ma’ruf); keempat, menyelesaikan masalah keluarga melalui musyawarah; dan kelima, taradhin (saling ridho), bahwa ridho Allah pada mereka tergantung ridho suami/istrinya,” jelasnya.
Dalam suasana yang hangat dan interaktif, Duwi Rohmah juga mengajak peserta bermain kuis “Siapa Dia?” yang bertujuan untuk saling mengenal dan memahami pasangan, sehingga dapat menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga. Selain itu, diperkenalkan pula metode reflektif “Sungai Kehidupan”, sebagai alat bantu menyusun rencana-rencana yang akan diwujudkan dalam pernikahan demi membentuk keluarga sakinah yang bahagia dunia akhirat.
Sementara itu, dari unsur kesehatan, Fitri Handayani dari Puskesmas Karangkobar menyampaikan materi tentang Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin. Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam membangun rumah tangga, serta menjaga kesehatan reproduksi sebagai langkah awal mewujudkan keluarga yang sehat dan melahirkan generasi yang berkualitas.
Sebagai bentuk dukungan dan penguatan pemahaman peserta, setiap pasangan calon pengantin juga menerima buku “Fondasi Keluarga Sakinah” dari Kementerian Agama sebagai panduan membangun rumah tangga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting) yang digagas oleh Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, sebagai upaya kolaboratif lintas sektor dalam meningkatkan kesiapan dan kualitas calon pengantin secara holistik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin memperoleh bekal keilmuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan saleh-salehah. (dr)







