Gandeng Polsek Punggelan, Penyuluh Agama Islam Gelar Brus Di SMP N 6 Satap Punggelan

Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Punggelan menjalin kerja sama dengan Polsek Punggelan untuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP N 6 SATAP Punggelan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/6/2025) bertempat di ruang kelas SMP N 6 dan diikuti oleh siswa kelas VII, VIII dan IX yang berjumlah 62 siswa.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan karakter dan motivasi bagi para siswa dalam menghadapi tantangan masa remaja. Tiga materi utama disampaikan dalam kegiatan tersebut: “Bahaya Bullying” oleh perwakilan dari Polsek Punggelan, “Dampak Pernikahan Dini” oleh Penyuluh Agama Islam Syu’bi Nurdiyanti, serta “Meraih Cita-Cita” oleh Penyuluh Agama Islam Yani Itsnawati dan danAlif Helmi Saputra.

Materi tentang bullying menekankan pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menjaga lingkungan sekolah yang aman serta nyaman. Dalam sesi materi pernikahan dini, siswa diajak memahami dampak sosial, psikologis, dan pendidikan jika menikah di usia yang belum matang. Sedangkan pada sesi motivasi, para siswa diberi semangat untuk menetapkan tujuan hidup dan berusaha meraih cita-cita melalui pendidikan.

“Hari ini kami dari KUA Punggelan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan terhadap remaja usia sekolah di SMP N 6 SATAP Punggelan dengan menggandeng Polsek Punggelan,” tutur Penyuluh Agama Islam Fungsional, Yani.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya mengoptimalkan potensi diri mereka untuk bisa meraih cita-cita, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan siswa agar tidak terburu-buru menikah pada usia yang belum cukup serta memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita yang ingin diwujudkan,” urainya. 

Suparno, Kepala Sekolah SMP N 6 merespon baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat positif dan dibutuhkan oleh siswa siswi kami. Banyak masyarakat di daerah sini menikah dini dan kami berharap siswa kami tidak mengikuti. Harapan kami mereka bisa melanjutkan pendidikan dulu, meraih cita-cita mereka, baru memikirkan untuk menikah”, ujarnya.

Para siswa pun terlihat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Mereka berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali di masa mendatang dengan tema-tema menarik lainnya. Salah satu siswa kelas VIII, Wahyu, mengatakan bahwa senang dan tertarik dengan kegiatan ini karena menambah wawasan dan mendapatkan sesuatu yang baru. (SNi)

Skip to content