Banjarnegara (Humas) – Program pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) kembali dilaksanakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Senin (3/11). Kegiatan yang digelar serentak di seluruh kelas ini merupakan agenda rutin setiap hari Senin dan ditujukan kepada seluruh siswi untuk mencegah risiko anemia. Program ini sejalan dengan Gerakan Nasional Remaja Putri Sehat Tanpa Anemia yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Sejak pagi, para anggota PMR sudah bersiap membagikan tablet penambah darah ke setiap kelas. Dengan mengenakan seragam khas PMR, mereka mendatangi kelas-kelas dan mendampingi siswi saat mengonsumsi tablet tersebut. Selain membagikan TTD, para anggota PMR juga memberikan edukasi singkat tentang manfaat konsumsi tablet tambahan zat besi bagi remaja putri, khususnya dalam masa pertumbuhan.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, mengapresiasi keterlibatan aktif anggota PMR dalam menjalankan program pemerintah tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan tidak hanya cukup melalui teori di kelas, tetapi perlu praktik langsung yang membentuk kebiasaan positif pada peserta didik.
“Program pembagian TTD ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari pembiasaan hidup sehat bagi remaja putri. Kita ingin siswi-siswi Madtsansa tumbuh sehat, aktif, dan terhindar dari anemia yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Kami berterima kasih kepada tim PMR yang selalu konsisten melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Ikhsanudin.
Sementara itu, Pembina PMR MTs Negeri 1 Banjarnegara, Erma Ratnaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan pembagian tablet tambah darah dilakukan tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi juga disertai sosialisasi mengenai pentingnya zat besi dalam tubuh. Para anggota PMR terlatih untuk memberikan penjelasan sederhana kepada siswi lain agar mereka memahami alasan di balik konsumsi TTD.
“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya formalitas. Setiap pembagian tablet selalu disertai penjelasan mengenai manfaatnya, kapan harus diminum, dan apa yang terjadi jika remaja putri kekurangan hemoglobin. Kami ingin siswi tidak hanya minum, tapi juga paham,” tegas Erma.
Salah satu anggota PMR yang bertugas membagikan tablet, Khansa, mengaku senang dapat berperan dalam program kesehatan sekolah. Menurutnya, berinteraksi langsung dengan teman-teman dari berbagai kelas membuatnya semakin memahami pentingnya edukasi kesehatan sejak dini.
“Awalnya banyak teman yang minum TTD hanya karena diwajibkan. Tapi setelah kami jelaskan bahwa anemia bisa menyebabkan cepat lelah, pusing, bahkan menghambat konsentrasi belajar, mereka jadi lebih sadar. Rasanya bangga bisa ikut membantu menjaga kesehatan teman-teman,” tutur Khansa.
Kegiatan pembagian TTD setiap hari Senin ini juga mendapat tanggapan positif dari para siswi. Salah satunya Dzakiyya Yumna, siswi kelas 7A, yang mengaku sudah mulai terbiasa mengonsumsi tablet penambah darah sejak pertama kali masuk madrasah.
“Dulu saya tidak tahu apa itu tablet tambah darah. Tapi setelah dijelaskan sama kakak-kakak PMR, saya jadi tahu kalau ini penting supaya tidak gampang lemas. Sekarang saya sudah terbiasa minum, apalagi dibagikannya bareng teman-teman, jadi lebih semangat,” ujar Dzakiyya.
MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen terus menjalankan program ini secara konsisten. Selain pembagian tablet penambah darah, pihak madrasah juga bersinergi dengan puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi gizi seimbang, serta upaya pencegahan stunting dan anemia pada remaja.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap seluruh siswi dapat tumbuh sehat secara fisik maupun mental sehingga mampu belajar dengan optimal, aktif dalam kegiatan, dan berprestasi tanpa hambatan kesehatan.
Program pembagian TTD akan terus dilaksanakan setiap pekan sebagai bentuk dukungan nyata MTs Negeri 1 Banjarnegara terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan generasi muda, khususnya remaja putri yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. (Lin/La)







