Banjarnegara (Humas) – Mengawali tahun ajaran baru Penyuluh Agama Islam dari KUA Pandanarum memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Satu Atap untuk memberikan pembinaan kepada para siswa. Kegiatan sosialisasi kali ini menghadirkan Yulis dan Turno Penyuluh Agama Islam KUA Pandanarum sebagai pemateri dengan tema “Pencegahan Perkawinan Usia Dini. (15/7)
Dalam paparannya, Yulis, menjelaskan bahwa pernikahan di usia dini, terutama pada masa remaja, memiliki banyak risiko yang kerap tidak disadari oleh para pelaku usia muda. Ia menyampaikan bahwa usia remaja seharusnya menjadi masa untuk belajar, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter dan kepribadian.

“Anak-anak harus berani bermimpi dan bercita-cita tinggi. Nikah bukanlah jalan pintas menuju kebahagiaan, apalagi jika dilakukan dalam kondisi belum siap secara fisik, mental, maupun ekonomi,” ujar Yulis di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang tujuan hidup dan pentingnya pendidikan.
Sementara itu, Turno, menyoroti berbagai dampak negatif yang sering timbul akibat pernikahan usia dini, seperti putus sekolah, kesulitan ekonomi, kurangnya kesiapan mengelola rumah tangga, hingga risiko kekerasan dalam rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting untuk mengedukasi generasi muda agar mampu membuat keputusan yang bijak dalam menjalani masa depan.

“Kami ingin anak-anak menyadari bahwa masa depan itu dibentuk dari sekarang. Jika mereka bersungguh-sungguh belajar dan mengembangkan potensi diri, maka mereka bisa meraih apa pun yang mereka impikan,” tuturnya.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar kegiatan kepenyuluhan, melainkan juga menjadi ruang dialog antara siswa dan narasumber. Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa terlihat aktif bertanya dan mengemukakan pendapat mereka tentang pergaulan remaja, tekanan sosial, dan impian masa depan.
Sunarso, selaku Kepala SMPN 2 Satap Pandanarum dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh agama yang telah memberikan pembinaan yang sangat relevan dengan situasi remaja masa kini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa di lingkungan sekolah.
“Kami ingin siswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral dan spiritual. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam membina anak-anak agar lebih siap menghadapi tantangan zaman,” pungkas Kepala Sekolah. (ev/azd)







