Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara, Anugrah Windu Setianingsih melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai bagian dari aksi KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting).
Kegiatan bimbingan berlangsung pada hari Selasa (15/7), bertempat di ruang kelas Madrasah Aliyah (MA) Raudlotut Tholibin Purwanegara, dan di ikuti oleh 25 peserta murid baru. Para siswa antusias mengikuti sesi pembinaan yang dikemas secara komunikatif, inspiratif, dan menyentuh semangat generasi muda.
Dalam penyampaiannya, Anugrah membawakan tema menarik bertajuk “Membangun Jembatan Harapan”. Melalui pendekatan yang komunikatif dan inspiratif, ia mengajak para remaja untuk merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik, menyusun tujuan hidup, serta memiliki semangat untuk menggapai cita-cita yang tinggi.
“Remaja adalah aset bangsa. Masa depan ada di tangan kalian. Karena itu, penting untuk membangun jembatan harapan sejak dini, agar kalian tidak hanya memiliki mimpi, tapi juga arah dan langkah untuk mewujudkannya,” ungkap Anugrah di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki karakter yang kuat dan berakhlakul karimah, agar dalam proses meraih masa depan, para siswa tetap berada di jalan yang lurus dan beretika, sebagaimana nilai-nilai ajaran Islam yang luhur.
Dalam materi yang disampaikannya, Anugrah mengajak para siswa untuk menjauhi pernikahan dini yang berisiko tinggi terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan mereka. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang mandiri, berkualitas, dan bermartabat.
Lebih lanjut, Anugrah juga menyisipkan motivasi spiritual yang menyentuh hati para peserta. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan potensi yang luar biasa, dan tugas remaja saat ini adalah mengembangkan potensi tersebut, bukan mempercepat peran dan tanggung jawab yang belum saatnya.
Program BRUS yang menjadi bagian dari aksi KOPI SECETING ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi lintas sektor dalam mencegah risiko sosial seperti pernikahan usia anak dan stunting, sekaligus sebagai sarana untuk memperkuat pendidikan karakter dan mental generasi muda.
Pihak madrasah menyambut baik kegiatan ini dan berharap pendampingan spiritual dan motivasional seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala.
Dengan kegiatan ini, diharapkan para remaja peserta MATSAMA tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, namun juga mendapatkan bekal nilai-nilai kehidupan yang akan menguatkan langkah mereka dalam meraih cita-cita, dengan tetap menjunjung tinggi nilai agama, moral, dan pendidikan. (rp/azd)







