DDLK Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Non PNS

Banjarnegara – DDLK (Diklat di Luar Kampus) merupakan salah satu program Balai  Diklat Keagamaan Semaranag dalam misi layanan pelatihan dan pengembangan diri bagi pegawai di jajaran Kementerian Agama RI.

Hari Senin ini (15/04) Balai Diklat hadir di Banjarnegara guna pelaksanaan DDLK di  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dengan peserta adalah penyuluh non PNS yang sudah  terdapat pada Simdiklat Baldik.  Kegiatan dilaksanakan di Aula Masjid Al Ikhlas Kankemenag Banjarnegara dengan peserta sejumlah 35 peserta yang  merupakan perwakilan dari penyuluh yang sudah mendapatkan SK sebagai Penyuluh Non PNS di kecamatan .

“DDLK merupakan program yang memiliki kelebihan.  Dari segi kuota peserta lebih banyak dibandingkan jika hadir di Balai Diklat,  juga  dari peserta tidak  perlu meninggalkan keluarga karena menginap  di luar rumah peserta,” terang Kakankemang H. Masdiro  saat sambutan pembukaan kegiatan.

Disini program DDLK terlaksana guna mewujudkan peningkatkan kualitas dan kompetensi pegawai, khususnya di Kementerian Agama RI. Walaupun dari segi kuota yang belum seperti yang diharapkan, namun kesempatan yang diberikan perlu di sambut dengan baik,  dan semoga kerja sama dengan Baldik ini bisa  terus berlanjut, harapnya.

Dari Baldik Keagamaan Semarang menyampaikan, jumlah penyuluh yang mendapatkan SK berjumlah 180 orang,  jumlah ini rencana akan mendapat  pelatihan dan pembekalan nantinya secara bergilir. 

Kepada penyuluh Masdiro berharap bisa memanfaatkan kesempatan pelatihan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. pada fungsi dan tugas pokok penyuluh pembekalan bisa meningkatan kompetensi nya dalam bidang penyuluhan  sesuai dengan visi dan misi Kementerian Agama  dan bisa menjadi corong program pada tingkat kecamatan dan desa wilayah masing-masing.

“Prinsip keagamaan yang berbeda, ormas yang beraneka perlu komitmen terkait prinsip 4  pilar kebangsaan, yakni Pancasila,  Bhineka Tunggal Ika,  UUD 1945  dan NKRI merupakan harga mati, disini termasuk peran penyuluh agama untuk mensosialisasikan,”pungkasnya. (Nangim)