Banjarnegara (Humas) – Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak hanya dilakukan dengan mengajarkan cara membaca yang baik dan benar, tetapi juga dengan mengenalkan makna serta kosakata yang terkandung di dalamnya. Upaya tersebut dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara, Agus Triawan, melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di Madin Muhammadiyah Karanganyar, Senin (9/6/2026).
Kegiatan yang bertempat di Gedung Madin Desa Karanganyar tersebut diikuti oleh sekitar 10 santri. Meskipun jumlah peserta tidak terlalu banyak, suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh semangat. Para santri tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, terutama saat diajak mengenal berbagai kosakata yang sering ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Pada kesempatan tersebut, Agus Triawan menyampaikan materi dengan tema “Kosakata dalam Al-Qur’an”. Materi ini bertujuan untuk membantu para santri memahami arti kata-kata dasar dalam bahasa Arab Al-Qur’an sehingga mereka tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mulai memahami kandungan maknanya.
Menurut Agus, pengenalan kosakata Al-Qur’an merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun kedekatan generasi muda dengan kitab suci umat Islam. Dengan memahami arti kata-kata yang sering muncul dalam Al-Qur’an, santri akan lebih mudah memahami pesan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk mulai mengenal kosakata yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan memahami arti kata-kata dasar, mereka akan lebih mudah memahami isi dan pesan yang disampaikan Allah SWT,” ungkapnya.
Dalam penyampaiannya, Agus mengenalkan beberapa kosakata yang sering dijumpai dalam Al-Qur’an, seperti kata yang berkaitan dengan keimanan, ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan metode yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh para santri.
Selain menjelaskan arti kosakata, Agus juga mengajak para santri untuk menghafalkan beberapa kata penting dan menghubungkannya dengan ayat-ayat yang pernah mereka baca. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat daya ingat santri terhadap bahasa Al-Qur’an.
Para santri terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti latihan yang diberikan. Beberapa di antaranya bahkan mampu menyebutkan arti kosakata yang telah dipelajari sebelumnya, menunjukkan adanya semangat belajar yang baik.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan para santri Madin Muhammadiyah Karanganyar semakin termotivasi untuk mempelajari Al-Qur’an secara lebih mendalam. Tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mampu memahami makna yang terkandung di dalam setiap ayat, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sejak usia dini.
(rp/azd)







