Dhanis Abyas, Santri Termuda Penghafal 30 Juz Raih Tabungan Umrah di Ponpes Yaqutun Nafis

Banjarnegara – Suasana haru, bahagia, dan penuh rasa syukur mewarnai acara Imtihan Khotmil Qur’an & PTPT Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz Bil Ghoib ke-4 yang digelar di Pondok Pesantren Yaqutun Nafis, Banjarnegara. Acara tahunan ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para santri dan wali santri, karena menjadi penanda selesainya perjalanan panjang mereka dalam menghafal Kalamullah.(26/10)

Dari sekian banyak santri yang dikukuhkan, sosok Dhanis Abyas bin Dani Agus Susanto menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Santri cilik kelahiran Banjarnegara, 1 Juli 2013 ini dinobatkan sebagai peserta termuda dalam acara Imtihan tahun ini. Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, Dhanis telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an secara lengkap.

Perjalanan hafalan Dhanis dimulai sejak usia sangat muda. Dalam waktu 5 tahun, ia dengan penuh kesabaran dan ketekunan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an di bawah bimbingan para ustaz/h di Ponpes Yaqutun Nafis dan guru tahfidz di MIFABARA. Tidak hanya dikenal tekun di pesantren, Di madrasahnya, yang duduk di kelas 6A dikenal sebagai murid yang berakhlak baik, cerdas, dan rajin belajar. Ia mampu menyeimbangkan antara pendidikan formal dan hafalan Al-Qur’an dengan baik. Dengan cita-cita menjadi seorang Kyai, Dhanis ingin terus menimba ilmu dan menjadi penerus perjuangan para ulama yang menjaga kemurnian Al-Qur’an.

Atas prestasinya yang membanggakan, Dhanis mendapatkan penghargaan berupa tabungan umrah dari pondok pesantren sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya. Hadiah tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar ia suatu hari dapat berziarah ke Tanah Suci serta semakin dekat dengan Allah SWT.

Momen haru semakin terasa saat prosesi pengukuhan berlangsung. Kedua orang tuanya, tak kuasa menahan air mata. Mereka tampak terus menitikkan air mata bahagia.

“Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kami hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah memberi amanah sebesar ini. Melihat Abyas berdiri di depan, melantunkan hafalannya, adalah hadiah terindah dalam hidup kami,” ungkap sang Ibu dengan suara bergetar.

Dengan semangat, ketekunan, dan doa dari keluarga serta guru-gurunya, Dhanis Abyas telah menorehkan kisah yang tak hanya membanggakan, tapi juga menginspirasi. Semoga langkahnya menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus mencintai, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan.(nas)

Skip to content