Doa Bersama Menggema di MIFABARA, Ikhtiar Spiritual Iringi Setiap Langkah Prestasi

Banjarnegara – Suasana khidmat menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) saat seluruh warga madrasah berkumpul untuk melaksanakan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Durotun Nafisah. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi kelancaran seluruh program madrasah, mulai dari kegiatan belajar mengajar (KBM), pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) kelas 6, hingga persiapan peserta didik dalam berbagai ajang perlombaan.(16/4)

Dengan penuh ketenangan, doa-doa dipanjatkan memohon kemudahan, kelancaran, serta hasil terbaik bagi seluruh siswa dan guru. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap usaha, terdapat kekuatan doa yang menjadi penopang utama keberhasilan.

Dalam sambutannya, Durotun Nafisah menyampaikan pentingnya menyeimbangkan antara usaha dan doa. “Kita sudah berikhtiar melalui belajar, berlatih, dan mempersiapkan segala sesuatunya. Kini saatnya kita mengetuk pintu langit, memohon agar Allah memberikan kelancaran dan hasil terbaik untuk anak-anak kita,” tuturnya dengan penuh harap.

Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh khusyuk. Mereka tampak larut dalam doa, menyatukan harapan untuk dapat menjalani setiap proses dengan baik, khususnya bagi siswa kelas 6 yang tengah menghadapi ASAT, serta teman-teman mereka yang akan berlaga di berbagai kompetisi.

Salah satu guru menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini menjadi penguat batin bagi seluruh warga madrasah. “Ini bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk penanaman nilai bahwa setiap usaha harus disertai doa. Dengan begitu, anak-anak belajar untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan diri, tetapi juga berserah kepada Allah,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para orang tua yang berharap anak-anak mereka senantiasa diberikan kemudahan dan kesuksesan. Sinergi antara madrasah dan keluarga menjadi kunci dalam mengiringi langkah siswa menuju prestasi.

Lebih dari sekadar ritual, doa bersama ini menjadi ruang perenungan bahwa setiap langkah menuju keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Ada usaha yang tak lelah, ada doa yang tak putus, dan ada harapan yang terus dijaga.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang hasil yang diraih, tetapi tentang perjalanan yang ditempuh dengan penuh keyakinan bahwa setiap doa yang dipanjatkan akan menemukan jalannya menuju langit, dan kembali dalam bentuk keberkahan.(nas)

Skip to content