Banjarnegara — Hari kedua Panen Karya P5RA MTs Negeri 1 Banjarnegara dibuka dengan performa dramatis dari kelas 9A yang tampil sebagai pembuka acara. Dengan mengangkat topik “MARI BERANI: Membangun Remaja Indonesia Berencana dan Anti Pernikahan Dini,” drama yang mereka suguhkan berhasil mencuri perhatian seluruh hadirin. Tidak hanya itu penampilan kelas 9A bahkan membuat tim penilai, guru, dan sebagian penonton meneteskan air mata.
Sejak adegan pertama dimainkan, penonton langsung dibawa masuk ke dalam suasana emosional yang kuat. Alur cerita yang menggambarkan tekanan sosial, konflik keluarga, hingga perjuangan remaja untuk mempertahankan pendidikan dikemas dengan sangat menyentuh. Para pemain menunjukkan kualitas akting yang matang, penuh ekspresi, dan mampu membangun suasana emosional yang menyayat.
Salah satu tim penilai, Hj. Amri Inayati, mengaku sangat tersentuh hingga tidak mampu menahan air mata.
“Saya sudah sering menilai penampilan P5RA, tapi drama 9A ini punya kedalaman emosi yang luar biasa. Mereka bukan hanya bermain drama, mereka menyampaikan pesan berat tentang masa depan remaja dengan sangat jujur. Saya sampai benar-benar terharu,” ujar beliau usai penampilan.
Hal senada disampaikan oleh penilai lainnya, Ki Sarno, yang memuji kualitas skenario dan totalitas para pemain.
“Anak-anak 9A ini luar biasa. Ekspresinya hidup, dialognya mengalir, dan pesan yang disampaikan sangat kuat. Ketika Putri menangis, ketika Rizki berjuang, semuanya terasa nyata. Saya sampai ikut hanyut. Ini level penampilan yang patut dibanggakan,” puji beliau.
Drama ini digawangi oleh dua pemeran utama: Zalfa, yang berperan sebagai Putri remaja perempuan yang menghadapi tekanan pernikahan dini dari lingkungan keluarga serta Fathur, yang memerankan Rizki teman dekat yang terus memberi dukungan moral sekaligus menjadi simbol pentingnya sahabat yang peduli.
Zalfa, yang tampil sangat menghayati perannya, mengungkapkan bahwa memerankan Putri bukan hal mudah.
“Saya harus benar-benar memahami bagaimana rasanya menjadi remaja yang menghadapi tekanan untuk menikah. Latihan intens dan dukungan teman-teman sangat membantu. Saya senang kalau penonton bisa merasakan pesan yang ingin kami sampaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Fathur menceritakan bagaimana ia menjiwai karakter Rizki yang penuh empati dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran.
“Rizki itu tipe teman yang tidak mau sahabatnya terjerumus ke jalan yang salah. Saya belajar untuk menampilkan ketulusan itu. Ketika saya bilang ‘kamu harus tetap sekolah’, saya mengatakannya dari hati. Semoga penonton juga merasakannya,” ujar Fathur.
Di balik kesuksesan penampilan ini, kerja keras para siswa tentu tidak lepas dari peran Wali Kelas 9A, Radiono, yang menjadi pengarah sekaligus motivator bagi seluruh pemain. Ia mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas perjuangan kelasnya.
“Mereka latihan berhari-hari, kadang sampai sore. Anak-anak ini punya semangat luar biasa, bukan hanya ingin tampil bagus, tapi ingin menyampaikan pesan penting tentang bahaya pernikahan dini. Saya sangat bangga melihat hasilnya hari ini. Tangis penonton adalah bukti bahwa pesan itu sampai,” ujarnya.
Radiono juga menambahkan bahwa P5RA bukan sekadar ajang tampil, tetapi wadah pembentukan karakter remaja.
“Lewat drama, mereka belajar kerja sama, empati, dan keberanian menyuarakan isu sosial. Pengalaman ini akan mereka bawa sampai kapan pun,” lanjutnya.
Penampilan kelas 9A bukan hanya dinilai sukses secara artistik, tetapi juga mampu menggugah kesadaran terkait isu pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Drama mereka menjadi pengingat bahwa remaja berhak bermimpi, berhak mendapatkan pendidikan, dan berhak menentukan masa depannya.
Dengan performa emosional yang begitu kuat, kelas 9A layak mendapatkan apresiasi tinggi. Mereka tidak hanya membuka hari kedua Panen Karya dengan spektakuler, tetapi juga menempatkan standar tinggi bagi penampilan-penampilan berikutnya. Drama 9A telah membuktikan bahwa seni adalah medium yang ampuh untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat dan mereka melakukannya dengan sangat gemilang. (Fy)







