Banjarnegara — Suasana lapangan indoor MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Rabu (10/12) did you come on again riuh dan penuh energi saat kelas 8D tampil membawakan yel-yel kampanye Anti Pernikahan Dini dalam rangkaian kegiatan hari kedua Panen Karya P5RA bertema “MARI BERANI: Membangun Remaja Indonesia Berencana Anti Pernikahan Dini”. Penampilan penuh semangat tersebut menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian pada kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 hingga 9.
Dengan iringan nada “Timur ke Barat”, siswa-siswa 8D menghadirkan yel yang tidak hanya memukau secara vokal, tetapi juga kuat secara pesan. Mereka memadukan tepukan ritmis, lantunan syair kampanye, serta ekspresi lantang yang menggugah semangat seluruh penonton. Yel tersebut berisi ajakan bagi remaja untuk fokus pada pendidikan, meraih cita-cita, serta bersama-sama mencegah terjadinya pernikahan dini.
Penampilan dibuka dengan formasi setengah lingkaran. Suara mereka menggema:
“Timur ke barat, selatan ke utara, mari kita bersama hentikan pernikahan dini…”
Syair tersebut disusul ajakan agar remaja tetap bersekolah, semangat belajar, dan berani bermimpi. Sorakan “KKO!! Hu ha!!” di akhir yel membuat suasana semakin meriah, hingga para penonton kelas lain ikut bertepuk tangan.
Salah satu peserta, Nezstya, mengaku bangga dapat tampil membawa pesan yang sangat relevan bagi remaja seusianya.
“Kami latihan beberapa hari. Awalnya grogi, tapi begitu tampil, rasanya menyenangkan karena yel-yel ini bukan sekadar hiburan, tapi juga untuk mengajak teman-teman agar tidak terburu-buru menikah dan fokus pada masa depan,” tuturnya.
Siswa lainnya, Jagad, menambahkan bahwa penampilan ini membuat dirinya merasa lebih berani menyampaikan pendapat.
“Ternyata kampanye itu bisa dilakukan dengan cara seru, enggak harus serius terus. Lewat yel-yel, kami bisa menyampaikan pesan kuat tapi tetap fun,” ungkapnya.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, memberikan apresiasi besar kepada kelas 8D. Menurutnya, kreativitas siswa dalam mengolah pesan kampanye menjadi bentuk yel seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan dengan cara yang menyenangkan.
“Panen Karya P5RA bukan hanya tentang unjuk kreasi, tetapi juga bagaimana siswa memahami isu sosial di sekitar mereka. Kelas 8D menunjukkan bahwa mereka memahami betul pentingnya mencegah pernikahan dini. Semangatnya luar biasa,” katanya.
Sementara itu, wali kelas 8D, Dody Herdiyanto, terlihat sangat bangga dengan performa anak didiknya.
“Saya melihat mereka berlatih dengan sungguh-sungguh. Anak-anak 8D terkenal kompak, dan hari ini mereka membuktikan itu. Yel mereka kuat, jelas, dan menggugah. Saya benar-benar bangga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan keberanian siswa dalam menyuarakan pendapat serta memperkuat pendidikan berencana bagi remaja.
Tak hanya guru dan peserta, penonton dari kelas lain pun memberikan respons penuh antusias. Amira, siswi kelas 7B, mengaku terpukau dengan energi yang ditampilkan 8D.
“Seru banget! Kakak-kakak 8D kompak, suaranya keras dan jelas. Pesannya juga bagus, jadi kita ikut semangat untuk bilang tidak pada pernikahan dini,” katanya.
Amira juga berharap kelasnya nanti dapat tampil sebagus itu ketika mendapat giliran dalam kegiatan sekolah berikutnya.
Secara keseluruhan, penampilan yel kelas 8D menjadi salah satu bagian penting dalam menyukseskan kegiatan Panen Karya P5RA hari kedua. Melalui kreativitas, kekompakan, dan keberanian siswa, pesan anti pernikahan dini tersampaikan dengan cara yang ramah remaja dan mudah diterima.
Kegiatan ini diharapkan terus mendorong siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk memahami pentingnya merencanakan masa depan, menyiapkan diri melalui pendidikan, serta menolak segala bentuk tekanan menuju pernikahan dini. (Fy)







