Dua Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Raih Juara Nasional di Darul Hikam Student Conference 2025 di Bandung

Bandung (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam ajang bergengsi tingkat nasional Darul Hikam Student Conference (DHSC) 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (4/11) di Bandung. Dua tim riset madrasah yang lahir dari kelas unggulan riset berhasil meraih Juara 2 Nasional dan Harapan 1 Nasional dalam kompetisi karya tulis ilmiah tersebut. Keberhasilan ini menambah daftar panjang prestasi akademik Madtsansa, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa budaya riset di lingkungan madrasah semakin kuat dan produktif.

Tim pertama yang beranggotakan Abyan Muayyad Nafi’ dan Abiyyu Shidqi Ghufran sukses meraih Juara 2 Nasional dengan hadiah berupa piagam, medali, dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000. Sementara tim kedua yang terdiri dari Muhammad Farhan Mu’in dan Muhammad Nararya Athallah berhasil menyabet Harapan 1 Nasional disertai hadiah uang pembinaan sebesar Rp 500.000. Kedua tim tersebut tampil membanggakan, masing-masing mempresentasikan hasil penelitian dengan percaya diri di hadapan dewan juri akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam keikutsertaan kali ini, para peserta didampingi langsung oleh Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara H. Yatiman, serta wali kelas 9A unggulan riset, Radiono.  Keterlibatan pimpinan madrasah dan pendamping lapangan membuat para peserta merasa lebih termotivasi dan percaya diri.

Kepala madrasah, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, dua tim kita tidak pulang dengan tangan kosong. Prestasi ini tentu bukan hanya milik para peserta, tetapi milik seluruh keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ini bukti bahwa pembinaan riset yang selama ini kita jalankan bukan sekadar wacana, tetapi sudah menghasilkan karya yang diakui di level nasional,” ujarnya.

Kepala madrasah juga menegaskan bahwa madrasah akan terus memperkuat ekosistem riset melalui pembelajaran terstruktur, pendampingan terarah, dan kolaborasi lintas bidang.

Senada dengan itu, Radiono, wali kelas 9A yang turut mendampingi siswa sejak tahap seleksi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari proses panjang.

“Anak-anak berlatih presentasi berulang kali, memperbaiki data, memperkuat metodologi, bahkan ada yang harus mengulang eksperimen. Dari awal saya selalu tekankan bahwa riset bukan hanya soal kejuaraan, tetapi pembentukan karakter ilmiah: teliti, sabar, dan pantang menyerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Hj. Tri Widayati, selaku koordinator kelas unggulan riset, menegaskan bahwa prestasi ini adalah bukti bahwa program unggulan riset berjalan pada jalurnya.

“Kami ingin siswa MTs tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga masuk ke ruang-ruang kompetisi ilmiah nasional. Anak-anak ini membuktikan bahwa madrasah bisa dan layak berbicara di level akademik tinggi. InsyaAllah, tahun depan kita tidak hanya mengirim 2 tim, tapi lebih banyak,” tegasnya.

Kedua tim peserta juga memberikan tanggapan penuh rasa syukur. Abyan, perwakilan tim juara 2 memberikan tanggapannya.

“Ini lomba nasional pertama kami. Deg-degan, tapi juga bangga. Kami tidak menyangka bisa meraih juara 2, karena lawannya dari sekolah-sekolah besar. Terima kasih untuk para pembimbing, orang tua, dan semua yang mendukung.”

Sementara Farhan, dari tim Harapan 1, menuturkan.

“Kami justru termotivasi karena banyak tim lain yang lebih senior dan berpengalaman. Lomba ini membuat kami berani tampil dan belajar lebih banyak tentang riset. Tahun depan kami ingin mencoba lagi.”

Pembimbing riset masing-masing tim, Nurwachidin Supriyatno dan Siti Masruroh, juga mengungkapkan kebanggaannya dan berharap prestasi ini bisa memicu semangat penelitian bagi adik kelas.

Ajang Darul Hikam Student Conference sendiri merupakan kompetisi tahunan tingkat nasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai SMP/MTs, SMA/MA, dan sekolah unggulan dari seluruh Indonesia. Tahun 2025 mengangkat tema “Contribution of Young Generation to Sustainable Development” sehingga peserta dituntut mengajukan riset yang relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan.

Kemenangan dua tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara ini tidak hanya mempersembahkan piala, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri madrasah dalam membina generasi ilmiah berkarakter.

Di penghujung acara, H. Yatiman menambahkan,

“Prestasi ini bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal. Tugas kita adalah memastikan tradisi ilmiah ini terus hidup. Madtsansa harus terus melahirkan peneliti muda yang bermanfaat bagi bangsa.” (Lin/La)

Skip to content