Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan supervisi pembelajaran. Kamis (6/11), Hj. Tri Widayati, salah satu tim penilai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), melaksanakan supervisi terhadap pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) oleh Pratiwi Indah Pangesti di kelas 7J dengan topik “Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat”.
Kegiatan supervisi yang berlangsung sejak jam pelajaran pertama ini diikuti dengan antusias oleh para siswa. Materi yang diangkat tentang “Norma” disajikan dengan metode pembelajaran yang kreatif dan terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pratiwi Indah Pangesti memulai pembelajaran dengan menayangkan video pendek terkait pentingnya norma dalam menjaga ketertiban sosial, kemudian melanjutkan dengan diskusi kelompok kecil sebagai sarana siswa untuk mengelaborasi pemahaman mereka.
“Pembelajaran PPKn adalah fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda. Oleh karena itu, kami selalu berupaya memastikan pembelajaran berlangsung dengan optimal melalui supervisi yang berkesinambungan,” ujar Hj. Yuniyati, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, saat dimintai keterangan. Ia menambahkan bahwa supervisi bukan sekadar menilai, tetapi sebagai bagian dari proses pembinaan untuk pengembangan kompetensi guru.
Supervisi yang dilakukan Hj. Tri Widayati berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan profesionalisme. Ia memperhatikan cara guru mengelola kelas, interaksi dengan siswa, penggunaan media pembelajaran, hingga evaluasi pemahaman siswa. Setelah pembelajaran selesai, Hj. Tri memberikan umpan balik konstruktif kepada Pratiwi sebagai bentuk pendampingan dalam meningkatkan kualitas penyampaian materi.
“Saya sangat mengapresiasi metode yang digunakan Bu Pratiwi. Terlihat jelas bahwa beliau mempersiapkan pembelajaran dengan matang, termasuk dalam menyediakan media pembelajaran yang interaktif. Penggunaan video dan diskusi kelompok membuat siswa lebih aktif,” tutur Hj. Tri Widayati. Menurutnya, hal ini sejalan dengan arah pembelajaran abad 21 yang menekankan critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.
Lebih lanjut, Hj. Tri menambahkan bahwa supervisi merupakan bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan guru. “Supervisi pembelajaran bukan hanya untuk mengamati, tetapi juga untuk saling belajar. Kami ingin memastikan guru mendapat dukungan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, terutama dalam beradaptasi dengan kebijakan dan teknologi terbaru,” ujarnya.
Sementara itu, Pratiwi Indah Pangesti menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan masukan yang diberikan oleh tim supervisi. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya supervisi ini. Masukan yang membangun dari Ibu Hj. Tri merupakan motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran. Saya juga semakin percaya diri dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih menarik,” ungkapnya.
Dalam pembelajaran kali ini, Pratiwi mengajak siswa untuk memahami pentingnya norma dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan analisis kasus sederhana yang relevan dengan perilaku sosial di lingkungan mereka. Ia mengajak siswa untuk menuliskan contoh pelaksanaan norma di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Respon siswa terlihat positif dan aktif dalam memberikan pendapat.
Di akhir kegiatan, Hj. Tri mengajak Pratiwi untuk terus meningkatkan kreativitas dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Menurutnya, madrasah kini menjadi tempat strategis dalam menanamkan nilai karakter bangsa, sehingga guru harus mampu menjadi teladan dan inovator.
Dengan kegiatan supervisi rutin seperti ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara bertekad untuk terus mengawal kualitas pembelajaran di madrasah. Penguatan kompetensi guru dianggap sebagai kunci dalam mengembangkan peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri.
“Guru adalah jantung pendidikan. Ketika guru terus belajar dan memperbaiki diri, maka kualitas peserta didik pun akan meningkat,” tutup Hj. Yuniyati.
Kegiatan supervisi ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sarana kolaboratif yang membangun semangat para guru untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, MTs Negeri 1 Banjarnegara telah menempuh langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. (Lin/La)







